Jumlah BLT yang Diterima Warga Baru Rotok Diduga Tidak Sesuai

oleh -100 Dilihat
Kasi Intel Kejari Sumbawa, Anak Agung Putu Juniartana Putra, SH

Beritasumbawa.com (26/9/2022)

SUMBAWA- Tim gabungan Kejari dan Inspektorat Sumbawa, turun ke Desa Batu Rotok, Kecamatan Batu Lanteh, pekan lalu. Turun lapangan ini dilakukan, sebagai salah satu bentuk audit investigatif untuk menghitung kerugian negara dalam kasus dugaan penyimpangan penyaluran BLT di desa tersebut, 2020 lalu. Hasil turun lapangan ini diketahui, bahwa jumlah BLT yang diterima KPM diduga tidak sesuai ketentuan.

Kasi Intel Kejari Sumbawa, Anak Agung Putu Juniartana Putra, SH, yang dikonfirmasi membenarkan adanya turun lapangan tersebut. Dalam kegiatan ini, pihaknya mengklarifikasi 314 KPM dan mengecek lokasi bantuan. “Kami turun bersama tim inspektorat. Kegiatan ini merupakan bagian dari audit investigasi oleh tim inspektorat. Guna perhitungan kerugian negara dalam kasus ini,” ujar Agung, akrabnya disapa.

Agung mengungkapkan, dalam turun lapangan ini, masyarakat dinilai kooperatif. Sebanyak 190-an KPM datang ke kantor desa setempat guna diklarifikasi terkait jumlah yang diterima. Sementara sisanya tidak dapat hadir karena berhalangan. Karena itu, pihaknya melakukan jemput bola dengan mendatangi KPM masing-masing ke rumahnya.

Dipaparkan, dalam hal ini, masyarakat diminta untuk mengisi formulir terkait jumlah BLT yang diterima. Kemudian, para KPM tersebut mendatangani formulir tersebut di atas materai. Agung mengatakan, klarifikasi ini dilakukan, karena diduga banyak masyarakat yang belum menerima BLT tahap keempat. Jumlah BLT yang diterima KPM pada tahap pertama sampai ketiga juga diduga jumlahnya bervariasi.

“Masing-masing KPM menerima sebesar Rp 2,3 juta, ada yang terima Rp 2,1 juta. Jumlah yang diterima bervariasi. Seharusnya dalam 2020 masyarakat KPM menerima Rp 3,3 juta yang dibagi dalam empat tahap,” terang Agung.

Saat ini, lanjut Agung, pihaknya tinggal menunggu hasil audit dari tim inspektorat. Setelah hasil audit keluar, barulah statusnya akan ditingkatkan ke penyidikan di Seksi Tindak Pidana Khusus.

kehilangan

Seperti diberitakan, kasus ini awalnya dilaporkan okeh masyarakat. Dimana diduga ada penyimpangan terkait penggunaan APBDes Batu Rotok 2020 lalu. Dalam perjalanan pemeriksaan, ternyata dugaan ini berkembang. Bukan hanya dugaan terkait penyimpangan APBDes. Namun juga diduga ada penyimpangan terkait penyaluran BLT dana desa setempat.

Dalam hal ini, dalam penyaluran BLT dana desa, bantuan ini seharusnya didistribusikan setiap bulan kepada penerima. Adapun, jumlah penerimanya sebanyak 134 kepala keluarga. Namun, dalam penyalurannya kepada penerima, diduga jumlahnya tidak menentu. Penerima juga diduga tidak mendapatkan bantuan itu setiap bulan. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.