SMAN 2 Sumbawa Jalin Kerjasama dengan Sekolah di Australia

oleh -86 Dilihat
Kepala SMAN 2 Sumbawa, Sahyuddin, S.Pd., MA TESOL (dua dari kanan) saat penandatanganan MoU program Australia-Indonesia BRIDGE Partnership, di Jakarta.

Beritasumbawa.com (11/8/2022)

SUMBAWA- SMAN 2 Sumbawa, kembali meraih prestasi. Dimana sekolah tersebut terpilih sebagai salah satu sekolah yang bekerjasama dengan salah satu sekolah di Australia. Guna membangun kemitraan antara sekolah yang ada di Indonesia dengan sekolah yang ada di Australia.

Kepala SMAN 2 Sumbawa, Sahyuddin, S.Pd., MA TESOL mengatakan, pihaknya terpilih untuk ikut dalam program Australia-Indonesia BRIDGE Partnership. Dimana program tersebut diikuti oleh 540 sekolah di seluruh Indonesia. Namun, SMAN 2 Sumbawa menjadi salah satu dari 10 sekolah yang terpilih untuk mengikuti program tersebut, dalam tahun ini.

Deden, akrabnya disapa menerangkan, program ini adalah program kemitraan yang dilaksanakan oleh Education Asia Foundation. Bertujuan untuk membangun kemitraan antara sekolah yang ada di Indonesia, dengan mitranya yang ada di Australia. “Program ini juga didukung oleh Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia. Dibawah Kedutaan Besar Australia,” ujar Deden, saat ditemui di ruang kerjanya.

Disamping itu, tujuan dari program ini adalah membangun pengertian antara mitra. Baik itu bidang pendidikan maupun kebudayaan. Implementasi dari program ini, dia telah mendatangani MoU dengan Bridge School Partnership di Jakarta. Saat ini, dua guru dari SMAN 2 Sumbawa telah melakukan persiapan keberangkatan ke Australia.

Rencananya, kata Deden, pada 26 September hingga 2 Oktober mendatang, guru dari Australia akan berkunjung ke Sumbawa. Nantinya, pada 14 hingga 28 Oktober, dua orang guru SMAN 2 Sumbawa akan berkunjung ke Australia. Adapun sekolah yang menjadi mitra dari SMAN 2 Sumbawa adalah St. Margaret’s Berwick Private Grammar School, di Victoria, Australia.

Menurutnya, dengan adanya program ini, tentunya banyak keuntungan yang akan didapatkan. Seperti membangun pengertian antara masyarakat di dua negara. Juga akan ada interaksi antara guru dengan siswa. Dengan demikian, kemampuan berbahasa Inggris siswa SMAN 2 Sumbawa menjadi semakin meningkat. Karena, diharapkan bukan hanya ada interaksi secara langsung, namun juga interaksi melalui media sosial.

kehilangan

“Ini juga bagus sekali untuk Sumbawa. Karena kami juga diminta untuk mempromosikan budaya kita. Nantinya ada semacam pertukaran budaya,” imbuh pria yang juga merupakan lulusan salah satu universitas bergengsi di Australia ini.

Karena akan ada guru dari Australia yang berkunjung, lanjut Deden, pihaknya telah menyiapkan tempat tinggal. Selain itu, pihaknya juga telah menyiapkan sejumlah program bagi para guru asing itu selama di Sumbawa. Bukan hanya program di sekolah, namun juga program di luar sekolah. Misalnya, jika ada kegiatan budaya masyarakat, maka para guru dari Australia itu akan diajak untuk terlibat. Minimal, mereka menikmati kegiatan budaya tersebut.

Diakui, sejauh ini pihaknya tidak menemui kendala yang berarti dalam persiapan untuk mengikuti program ini. Karena tahapan program saat ini adalah mengisi lamaran, pihaknya sudah mengantisipasi segala kesulitan yang ada. Diharapkan kerjasama ini akan berlangsung dalam jangka panjang. Seperti di SMAN 5 Mataram, program ini sudah berjalan sejak 2008 lalu.

Diungkapkan, di SMAN 5 Mataram ada program pertukaran pelajar, dalam skema pembiayaan oleh orang tua. Dimana siswa sekolah tersebut akan bersekolah selama sebulan di sekolah mitra di Australia. Tentunya program ini sangat bagus. Karena keterampilan siswa dalam berbahasa Inggris juga semakin meningkat. Kemudian, para siswa itu juga akan mempelajari budaya negara lain. Tentunya, diharapkan para siswa tersebut mendapatkan nilai-nilai budaya positif selama berada di sana. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.