Pengadaan Bibit Bawang Merah Dilaporkan ke Kejati

oleh -25 Dilihat
Ilustrasi bawang merah

Beritasumbawa.com (5/8/2022)

SUMBAWA- Setelah sempat dilaporkan ke KPK, proyek pengadaan bibit bawang merah varietas Super Phillips Label Biru di Kabupaten Sumbawa tahun ini, dilaporkan ke Kejati NTB. Sebab, diduga ada penyimpangan dalam pelaksanaannya.

Laporan ini dilayangkan oleh salah satu pegiat LSM. Menurut informasi yang dihimpun di lapangan, diduga kuat proses pengadaan proyek senilai Rp 13,6 miliar ini tidak sesuai ketentuan. Dimana diduga jumlah bibit tersebut tidak sesuai dengan yang ditentukan. Yakni kurang dari 340 ton.

Selain itu, bibit yang dibagikan kepada sejumlah kelompok tani di Kabupaten Sumbawa itu diduga rusak. Diduga bibit tersebut ada yang sudah tumbuh sebelum ditanam, busuk dan kempes. Sehingga para kelompok tani penerima bantuan, diduga tidak dapat menanam bibit tersebut.

Tidak hanya itu, program ikutannya, seperti pengadaan hand traktor, mesin semprot, bantuan sumur bor dan bantuan keuangan petani, diduga belum diterima oleh sebagian kelompok tani penerima.

Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati NTB, Efrien Saputera, yang dikonfirmasi membenarkan bahwa laporan tersebut telah diterima pihaknya. Saat ini, pihaknya masih menunggu disposisi dari pimpinannya, terkait penanganan kasus tersebut. “Terkait laporan tersebut, setelah dicek ke persuratan, memang benar sudah masuk hari Senin tanggal 1 Agustus 2022. Suratnya baru masuk mas, masih menunggu disposisi dari pimpinan,” ujar Efrien.

Secara terpisah, PPK proyek tersebut, Sukiman, ST, yang dikonfirmasi mengatakan, selain ke Kejati NTB, proyek ini juga dilaporkan ke Polda NTB. Menurutnya, dugaan tersebut merupakan hal yang wajar. Tapi, pihaknya sudah melaksanakan kegiatan tersebut sesuai dengan ketentuan.

kehilangan

“Wajar lah ada dugaan, itu kan dugaannya orang. Tapi kami sudah melaksanakan sesuai ketentuan yang ada. Artinya, bibit yang kami salurkan ke petani sudah dalam kondisi baik dan Lengkap. Bahkan petani sudah panen dan mendapatkan hasil yang memuaskan. Sampai saat ini, kami tidak menerima komplain dari penerima. Bahkan hampir di semua kelompok penerima sudah panen raya,” pungkasnya. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.