Pelibatan ASN Dalam Gotong Royong MXGP Dikritik PDIP

oleh -64 Dilihat
Juru bicara Fraksi PDIP DPRD Sumbawa, Gitta Liesbano, SH., M.Kn

Beritasumbawa.com (8/7/2022)

SUMBAWA- Fraksi PDIP DPRD Sumbawa, mengkritik adanya pelibatan ASN untuk gotong royong dalam kegiatan MXGP beberapa waktu lalu. Sebab, hal itu dinilai mengganggu pelayanan kepada masyarakat.

Hal ini disampaikan dalam sidang paripurna dengan agenda pandangan umum fraksi dewan terhadap Pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2021.

Dalam kesempatan pertama Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Sumbawa melalui juru bicara Gitta Liesbano SH., M.Kn, mengatakan, bahwa fraksinya mengkritik pelibatan ASN secara massif dalam perhelatan MXGP belum lama ini. Terutama terkait gotong royong menjelang  pelaksanaan MXGP Samota Sumbawa yang dilakukan secara masif dengan melibatkan ASN.

“Fraksi kami memandang bahwa gotong royong merupakan budaya nilai luhur bangsa dalam kehidupan masyarakat yang harus terus hidup dan dilestarikan. Namun fraksi kami sangat menyayangkan kepada pemerintah daerah terhadap kegiatan gotong royong panen jagung, membersihkan hotel dan lain sebagainya dengan melibatkan ASN adalah kesalahan fatal. Karena melibatkan ASN pada jam kerja reguler, sehingga berimplikasi terhadap terganggunya sektor pelayanan kepada masyarakat. Hal ini sesuai dengan fakta lapangan dengan  adanya keluhan masyarakat yang disuarakan secara langsung melalui fraksi kami maupun pantauan di media sosial,” ujar Gitta.

Pihaknya memandang bahwa pelibatan ASN  dalam gotong royong pada lokus privat dan bisnis tidak dapat dibenarkan dalam argumentasi apapun. Oleh karena itu kedepan catatan ini harus mendapat perhatian dan pertimbangan matang terhadap pelibatan sumber daya ASN dalam program komersil lainnya. Baik itu MXGP maupun program komersil lainnya.

Menurutnya, fungsi fasilitasi pemerintah daerah dalam kegiatan MXGP tidaklah harus menggerakkan sumberdaya individu ASN. Akan tetapi sedapat mungkin pemerintah daerah hanya berfungsi sebagai fasilitator terhadap kegiatan komersil seperti MXGP.

kehilangan

Terkait dengan dukungan anggaran dari pemerintah daerah dalam menyukseskan kegiatan MXGP, lanjut Gitta, pihaknya meminta kepada pemerintah daerah dimasa mendatang untuk lebih memikirkan dengan matang. Sehingga tidak mengorbankan sektor pembangunan lainnya yang kiranya bermanfaat dan lebih dirasakan oleh masyarakat kabupaten sumbawa. Hal ini menjadi catatan penting bagi pihaknya. Karena dalam hal ini pemerintah daerah terkesan terlalu memaksakan diri dengan agenda kegiatan, yang hanya berlangsung beberapa hari.

Karena itu, pihaknya mengusulkan dalam rangka melaksanakan agenda kegiatan ke depan baik komersil maupun non komersil lainnya, harusnya sudah dipersiapkan dengan matang. Baik itu sumber daya pontensial yang dimiliki, hingga menjadi barang jadi yang sudah siap dipasarkan dan diandalkan. Dalam menunjang percepatan pembangunan daerah. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.