Abdul Azis Klaim Tidak Ada Pelepasan Hak ke Ali BD

oleh -130 Dilihat
Imam Wahyuddin, SH

Beritasumbawa.com (30/6/2022)

SUMBAWA- Persidangan sengketa lahan lokasi pelaksanaan MXGP, terus berlanjut. Sidang tersebut kini memasuki tahap pengajuan bukti. Dalam persidangan, Abdul Azis selaku penggugat mengklaim bahwa tidak ada bukti pelepasan hak atas lahan tersebut kepada tergugat Ali BD.

Kuasa hukum Abdul Azis, Imam Wahyuddin, SH mengatakan, perlu disampaikan bahwa lokasi sirkuit MXGP saat ini tengah bersengketa. Antara kliennya, Abdul Azis dengan Ali BD. Didalam fakta persidangan yang saat ini telah sampai pada agenda pembuktian surat, tidak ada satupun bukti surat yang menunjukkan adanya pelepasan hak dari kliennya kepada Ali BD.

Ditambah lagi diakui dalam persidangan oleh Ali BD bahwa objek sengketa yang digugat telah dibeli dari kliennya seluas 352.456 meter persegi, bukan seluas 600 ribu meter persegi, sebagaimana yang digugat. Pengakuan tersebut pun

bertentangan dengan bukti surat yang dihadirkan oleh Ali BD yaitu berupa sertifikat hak milik atas nama Ahmad Zulfikar dan Asrul Sani. Sementara kliennya tidak pernah melakukan jual beli maupun perikatan jual beli dengan Ali BD. Apalagi melakukan jual beli dengan orang yang Bernama Ahmad Zulfikar dan Asrul Sani. “Menurut klien kami, itu sangat tidak benar,” ujar Imam.

Adapun bukti surat yang dihadirkan dipersidangan, berupa kwitansi dan perjanjian perikatan jual beli yang dibuat oleh salah satu notaris telah dikonfirmasi oleh kliennya. Dalam hal ini, kliennya tidak mengenal dan tidak mengetahui notaris tersebut. Apalagi melakukan perikatan jual beli didepan notaris itu. Atas hal itu, pihaknya tengah mendalami bukti tersebut. Untuk dilakukan upaya hukum pidana jika ditemukan pemalsuan didalamnya.

Artinya, bisa dipastikan tanah sirkuit MXGP secara hukum masih dalam sengketa persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Sumbawa. Karenanya, dia mengimbau kepada para pihak yang tidak mengerti perkara ini, untuk tidak memberikan opini. Seolah-olah kondisi tanah lokasi MXGP sedang baik-baik saja dan tidak dalam sengketa.

kehilangan

“Kami sebagai kuasa hukum saat ini sedang mencari jalan terbaik untuk menyelesaikan sengketa tersebut. Baik didalam pengadilan maupun diluar pengadilan. Kami sedang mengupayakan melalui pemda atau pun PT Samota Enduro Gemilang, agar bisa tejadi penyelesaian secara restorative justice. Sehingga membuka ruang untuk penyelesaian secara musyawarah mufakat dan tidak perlu melalui proses hukum, yang kami rasa nantinya akan panjang dan berliku-liku. Sehingga mengakibatkan terjadinya potensi gangguan terhadap penyelenggaraan MXGP selanjutnya,” imbuh Imam.

Saat ini, lanjut Imam, pihaknya telah bersurat kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa tembusan kepada Gubernur NTB dan Direktur PT Samota Enduro Gemilang untuk dapat dilakukan penyelesaian melalui restorative justice kepada para pihak terkait. Sehingga diatas lahan sirkuit MXGP Samota kedepannya tidak ada gangguan lagi, karena masih adanya permasalahan hukum yang belum selesai.

“Kami yakin ketika pemda mampu menyelesaikan permasalahan ini, akan menciptakan kondusifitas daerah yang aman dan nyaman bagi para investor berinvestasi di Sumbawa. Sehingga berdampak akan membuka ruang masuknya investasi-invesatsi besar di Sumbawa,” pungkasnya. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.