Dugaan Korupsi Lahan Samsat, Jaksa Periksa Pelapor

oleh -50 Dilihat
Kuasa Hukum H. Maksud dan Syaifullah, Surahman, MD, SH., MH (membelakangi, red), saat diperiksa sebagai pelapor terkait dugaan korupsi pengadaan lahan Kantor Samsat Sumbawa

Beritasumbawa.com (9/6/2022)

SUMBAWA- Penanganan terkait laporan dugaan korupsi pada pengadaan lahan Kantor Samsat Sumbawa, mulai berproses. Ditandai dengan dilakukannya pemeriksaan terhadap saksi pelapor dalam kasus tersebut.

Dalam hal ini, pemeriksaan dilakukan terhadap Surahman, MD, SH., MH, selalu pelapor. Surahman merupakan kuasa hukum dari H. Maksud dan Syaifullah, selaku pihak yang mengaku sebagai pemilik asli lahan tersebut. Pemeriksaan dilakukan pada Rabu (8/6) pagi, di Kantor Kejari Sumbawa. Surahman yang didampingi tim hukum lainnya, Suhartono, SE, SH, Syatria Polanda, SH dan Elvira Rizka Audilah, SH serta beberapa kerabat H. Maksud, diperiksa langsung oleh Kasi Intel Kejari Sumbawa, Anak Agung Putu Juniartana Putra, SH.

Seusai pemeriksaan, Surahman mengatakan, dia datang ke Kejari Sumbawa resmi atas panggilan terhadap dirinya sebagai pelapor. Atas laporan dugaan korupsi pengadaan tanah Kantor UPTB Samsat Sumbawa. Dia diperiksa selama kurang lebih dua jam. Selain keterangan atas kasus hukum yang dia laporkan tersebut, Surahman juga telah menyampaikan beberapa dokumen dan bukti, atas dugaan korupsi yang selama ini terselubung dan tersimpan rapi.

Dalam pemeriksaan tersebut, lanjut Surahman, selain memaparkan dugaan tindak pidana yang telah dilakukan oleh sejumlah oknum baik dari Pemda Sumbawa dan Pemrov NTB, dia masih enggan menyebutkan nama-nama terduga pelaku yang terlibat dalam kasus ini. Karena baginya yang berhak menyebutkan siapa-siapa para pelaku adalah Penyidik Kejaksaan sendiri. Meskipun dia mengaku telah mengetahui siapa dalang dibalik kasus tanah Samsat ini.

Kemudian terhadap dugaan tindak pidana lainnya yang telah dia laporkan ke Polres Sumbawa pada November lalu, sudah tiga kali dilakukan gelar perkara. Baik di Polres Sumbawa maupun di Polda NTB. Namun, pihak nya masih belum menerima SP2HP terkait kasus tersebut.

Karena itu, pihaknya meminta kepada Polres Sumbawa agar serius melakukan penanganan kasus ini. Dimana pihaknya mengklaim sudah lebih dari dua alat bukti yang cukup telah diajukan ke penyidik Polres Sumbawa. “Ini murni merupakan kasus mafia tanah yang penanganannya dikedepankan. Sebagaimana Instruksi Presiden RI dan Maklumat Kapolri,” imbuhnya.

kehilangan

Secara terpisah, Kasi Intel Kejari Sumbawa, Anak Agung Putu Juniartana Putra, SH, yang di konfirmasi membenarkan adanya pemeriksaan tersebut. Pihaknya juga mengaku telah menerima dokumen yang diberikan oleh saksi pelapor. Karena itu, pihaknya akan menelaah dokumen tersebut, kemudian melakukan pemanggilan guna pemeriksaan para pihak terkait lainnya. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.