Runway Bandara Belum Siap, Ini yang Dilakukan Untuk Angkut Peserta MXGP

oleh -19 Dilihat
Koordinator Lapangan MXGP, Ir. H. Ridwan Syah (tengah) saat memberikan penjelasan kepada wartawan

Beritasumbawa.com (25/5/2022)

SUMBAWA- Penebalan atau overlay runway (landasan) Bandara Sumbawa, sebagai persiapan untuk mengangkut peserta dan tamu MXGP, hingga saat ini belum dilaksanakan. Untuk menyiasati hal itu, sejumlah persiapan telah dilakukan oleh pelaksana.

Koordinator Lapangan MXGP, Ir. H. Ridwan Syah mengatakan, Samota Sumbawa bisa diakses melalui darat, laut dan udara. Dengan kondisi seperti ini, interaksi ketiga moda bisa melayani kedatangan dan kepulangan undangan peserta dan pembalap MXGP. Harus diakui panjang runway bandara memiliki kapasitas didarati oleh pesawat jenis ATR-70. “Apakah dengan kondisi bandara seperti ini MXGP tidak jadi, tetap jadi. MXGP akan tetap hadir di Sumbawa,” tegas Dae Iwan, akrabnya disapa.

Dipaparkan, dalam jangka pendek Gubernur NTB sudah hadirkan Menteri Perhubungan terkait hal ini. Menteri mengatakan akan meningkatkan kapasitas Bandara Sumbawa. Alternatifnya adalah penebalan runway. Dimana kekuatan sekarang landasan Bandara Sumbawa saat ini adalah adalah PCN 30. Nantinya akan dihitung untuk kemungkinan pendaratan pesawat jenis boeing dan airbus.

Penebalan ini memang tidak ada dalam daftar untuk pengerjaan, karena perlu waktu. Karena itu, untuk menyiasati persoalan ini, adalah mendatangkan pesawat jenis airbus dengan kapasitas yang lebih rendah. Dalam hal ini pelaksana akan bekerja sama dengan sejumlah maskapai. Para tamu dan peserta ketika tiba di Indonesia, akan pindah pesawat di Jakarta. Dengan menggunakan maskapai yang sesuai hingga ke BIL.

Di Lombok nanti akan menggunakan airbus milik maskapai Nam Air, untuk ke Sumbawa. Namun dengan mengurangi kapasitas penumpang dan bahan bakar. Hal ini secara tekhnis tidak masalah. Karena jarak dari Lombok ke Sumbawa hanya 20 menit. Nantinya pesawat ini akan pulang pergi untuk mengangkut tamu dan peserta.

“Ini sedang dalam finalisasi. Apakah nanti airbus nanti dari Jakarta ke Sumbawa. Atau transit di Jakarta ke Lombok, kemudian dilanjutkan ke Sumbawa,” imbuh Kepala Dinas PUPR NTB ini.

kehilangan

Selain itu, lanjut Dae Iwan, juga disiapkan moda transportasi darat dan laut. Selain penyeberangan di Pelabuhan Tano dan Kayangan, juga disiapkan. Untuk kapal cepat dari Labuhan Lombok ke Pelabuhan Badas Sumbawa, disiapkan untuk penonton. Pihaknya juga mencoba untuk penyeberangan Labuhan Lombok ke Labuhan Aji, Pulau Moyo. Karena tidak menutup kemungkinan bahwa akan ada tamu yang ingin ke Pulau Moyo. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.