Agrowisata, Strategi Inovatif Integrasikan Pertanian dan Pariwisata

oleh -27 Dilihat
Ketua DPRD Sumbawa, Abdul Rafiq, saat berkunjung ke Dusun Matemega, Desa Marente, Kecamatan Alas

Beritasumbawa.com (24/5/2022)

SUMBAWA- Keberpihakan dalam pengembangan segala potensi sumberdaya alam dan produk kreatif masyarakat, sangat penting untuk keberlanjutan usaha UMKM serta pengembangan pariwisata di Kabupaten Sumbawa. Karena itu, agrowisata merupakan salah satunya langkah inovatif, guna mengintegrasikan sektor pertanian dan pariwisata.

Hal ini dikatakan, Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, saat berkunjung ke salah satu UMKM di Desa Merente, Kecamatan Alas beberapa waktu lalu. Pesan yang sama juga disampaikan dalam kunjungan sebelumnya di Desa Wisata Semongkat, Kecamatan Batulanteh.

“Pariwisata Sumbawa yang berbasis pada kearifan budaya lokal termasuk budidaya pertanian. Lebih-lebih, Kabupaten Sumbawa sebagai daerah tujuan sport tourism tahun 2022 hingga beberapa tahun kedepan, sangat potensial diarahkan pada pengembangan agrowisata,” ujar Rafiq.

Menurut Ketua DPC PDIP Sumbawa ini, model pengembangan agrowisata menjadi salah satu strategi inovatif. Sebagai upaya mengintegrasikan sektor pertanian dan pariwisata. Setelah pihaknya berkunjung ke dua lokasi yang berbeda, yakni Desa Semongkat dan Desa Marente, memberikan inspirasi untuk berpikir serta berbuat. Terkait pentingnya keberpihakan dan peran multi pihak (pentahelix, red) dalam pengembangan agrowisata berbasis masyarakat. Demi keberlanjutan kedua sektor tersebut di Sumbawa

Rafiq memaparkan, pada dua destinasi wisata berbasis masyarakat di Semongkat dan Marente ada produk yang sangat menarik. Produk tersebut dapat dipasarkan di pasar modern maupun diekspor. Seperti kopi organik, kopi luwak liar, kopi rempah rempah dan madu asli Sumbawa.

Produk tersebut hadir atas keberhasilan pemberdayaan sebelumnya yang bermitra dengan salah satu BUMN dan melibatkan multi pihak selama satu dekade terakhir. Pihaknya melihat adanya keberhasilan model kemitraan pengembangan produk dan mengembangkan agrowisata berbasis masyarakat. Hal ini terlihat dari besarnya manfaat sosial, ekonomi dan lingkungan, yang diterima langsung oleh masyarakat lokal secara berkelanjutan.

kehilangan

Pihaknya berharap dengan keberadaan toko modern di Kabupaten Sumbawa baik yang berjejaring maupun yang konvensional, dapat mengakomodir produk-produk lokal. Karena dari sisi kualitas produk, kemasan produk dan persaingan harga dapat diadu. Kualitasnya juga tidak kalah dengan produk pabrikan dari luar daerah.

“Coba kita lihat di rak-rak toko berjejaring saat ini, berapa persen produk lokal kita yang ada. Saya kira masih minim, padahal kita telah membuat regulasi terkait dengan toko swalayan dan juga perlindungan produk lokal. Yang memberikan ruang bagi UMKM kita untuk maju dan tampil di etalase toko swalayan tersebut. Mereka berinvestasi di Kabupaten Sumbawa perlu memperhatikan kondisi daerah. Jika mereka belum mengakomodir, atas alasan apa? Dan bagaimana standar maupun SOPnya? Kalau bukan kita yang perjuangkan maka siapa lagi? Pemda perlu memberikan attensi terhadap hal ini,” tegas politisi senior ini.

Hal ini sangat penting dikembangkan, lanjut Rafiq, karena di banyak desa di Kabupaten Sumbawa memiliki potensi produk unggulan dan kondisi alam yang bagus. Untuk menjadi agrowisata yang memadukan pertanian dengan pariwisata, menjadi sepasang sektor ekonomi yang harmonis di Sumbawa

“Seperti yang kami lakukan yakni memetik kopi organik di Dusun Matemega Desa Merente Alas, sangat menyenangkan. Sensasi rekreasinya dapat dan menikmati kopi robusta Matemega dengan brand “Kawa Desa”. Dengan rasanya yang legit manis kayak coklat juga dapat,” jelasnya.

Kemudian, kopi organik adalah sistem budidaya tanaman kopi yang bebas bahan kimia sintetis seperti pupuk kimia pabrik dan pestisida, maupun herbisida. Dimana masyarakat membudidayakannya secara alami.

“Waktu pemanenan juga dilakukan dengan cara memetik cerry kopi yang sudah merah. Jadi yang tidak merah tidak akan ikut didalam pengemasan kopi itu nanti. Sehingga kualitas kopi tetap terjaga. Sumberdaya alam kita sangat kaya. Jimka diolah dengan baik, akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.