Turun Lapangan, Polisi Periksa 26 Saksi

oleh -69 Dilihat
Kasat Reskrim Polres Sumbawa, Iptu. Ivan Roland Cristofel, S.T.K

Beritasumbawa.com (19/5/2022)

SUMBAWA- Penyidik Tipikor Satuan Reskrim Polres Sumbawa, melakukan turun ke lapangan, Kamis (19/5) pagi. Hal ini dilakukan, guna memeriksa saksi terkait kasus dugaan penjualan aset di salah satu dusun di Desa Mata, Kecamatan Tarano.

Kasat Reskrim Polres Sumbawa, Iptu. Ivan Roland Cristofel, S.T.K, yang dikonfirmasi membenarkan adanya turun lapangan itu. Dikatakan, penyidik melakukan turun lapangan ke Kecamatan Empang. Hal ini dilakukan untuk melakukan pemeriksaan maraton terhadap puluhan saksi dalam kasus itu. “Hari ini penyidik turun lapangan ke Desa Mata. Untuk melakukan pemeriksaan terhadap 26 orang saksi. Pemeriksaan dipusatkan di Polsek Empang,” ujar Ivan, akrab perwira ini disapa, Kamis (19/5) siang.

Ivan memaparkan, para saksi yang diperiksa ini merupakan warga dan sejumlah pihak terkait lainnya. Sejauh ini puluhan saksi sudah dimintai keterangan. Mulai dari pihak kecamatan hingga perangkat Desa Mata. Pemeriksaan juga dilakukan secara bergulir, mengingat banyaknya saksi dalam kasus ini.

Menurutnya, pemeriksaan saksi akan terus dilakukan. Sebab, diperkirakan jumlah saksi yang akan diperiksa lebih dari 80 orang.

Seperti diberitakan, sejumlah PLTS di salah satu dusun di Desa Mata, Kecamatan Tarano, diduga dijual. Adanya dugaan penjualan PLTS yang merupakan aset daerah itu, kemudian dilaporkan ke Polres Sumbawa. Dalam laporan itu, Kades Mata, Sukirman melaporkan salah seorang oknum kadus beserta sejumlah warganya. Karena diduga telah menjual seluruh fasilitas PLTS.

Pengadaan PLTS ini dilakukan pada 2015 lalu. Mengingat, salah satu dusun di Desa Mata, belum tersentuh jaringan listrik, saat itu. Kemudian proyek senilai Rp 2 milyar ini diserahterimakan dari Ditjen Energi Baru Terbarukan ESDM kepada Bupati Sumbawa saat itu, Drs. H. Jamaluddin Malik.

kehilangan

Setelah menjadi aset daerah, PLTS berkekuatan 15 Kilovolt Ampere (KVA) ini dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber penerang di wilayah terpencil tersebut. Karena program listrik PLN sudah menembus wilayah tersebut, PLTS tidak lagi dimanfaatkan. Kemudian, aset ini diduga dijual. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.