Perkuat Kolaborasi Membangun Daerah, Dewan Gelar Halal Bihalal

oleh -73 Dilihat
Pimpinan DPRD Sumbawa berfoto bersama dengan para alumni DPRD Sumbawa

Beritasumbawa.com (19/5/2022)

SUMBAWA- Guna memperingati idul fitri 1443 Hijriah, DPRD Sumbawa menggelar halal bihalal, Rabu (18/5) pagi. Kegiatan ini dilakukan, guna merajut silaturahim dan memperkuat kolaborasi, guna membangun daerah.

Kegiatan ini dilaksanakan di Lantai II Kantor DPRD Kabupaten Sumbawa. Kegiatan ini dihadiri oleh Pimpinan dan Anggota DPRD, Forkompimda dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa, serta berbagai elemen lainnya. Seperti tokoh masyarakat, pimpinan perguruan tinggi,  para camat, kepala desa, Majelis Ulama Indonesia, pengurus partai politik dan alumni DPRD Kabupaten Sumbawa. Adapun tema Halal Bihalal Idul fitri 1443 H  DPRD Kabupaten Sumbawa adalah Merajut silaturrahmi dan Mengaktualisasikan Nilai-nilai Fitrah dalam Perilaku Mulia.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, dalam sambutannya mengatakan, pihaknya mengapresiasi kehadiran alumni DPRD Sumbawa dan tamu undangan lainnya. Tampak hadir mantan Ketua dan pimpinan DPRD Kabupaten Sumbawa H. Farhan Bulkiyah SP, Nurdin Ranggabarani SH, MH,  Dr. A Rahman Alamudi,SH. MSi dan Kamaluddin ST, M.Si. Serta  mantan anggota DPRD, Azis Muhdar BA, Burhanuddin Jafar Salam SH, MH, H. Inderson, dan Amin LM.

“Selain itu, hadir pula dua rektor perguruan tinggi yakni  Rektor Universitas Samawa, Prof. Dr. Syaifuddin Iskandar dan Rektor Universitas Teknologi Sumbawa, Dr. Chairul Hudaya, Direktur Sekolah Pasca Sarjana UTS, Dr Ahmad Yamin SH, MH  dan Dekan Fakultas Hukum Unsa, Dr. Lahmuddin Zuhri,” ujar Rafiq.

Rafiq mengatakan, kegiatan ini adalah momentum yang sangat tepat bagi kita bersilaturrahim. Selama satu bulan berpuasa, ditempa dengan segala kondisi, untuk melatih kesabaran, melatih kepekaan sosial, juga menahan hawa nafsu.  Atas hal itu, pihaknya berharap bahwa tempaan selama satu bulan tersebut bisa menjadikan kita sebagai manusia yang memiliki kemampuan yang paripurna. Tempaan tersebut kita harapkan bisa berlanjut pada bulan-bulan berikutnya.

Menurut Rafiq, momentum halal bihalal ini sangat penting. Sebab pihaknya butuh masukan dan saran dari semua pihak. Sehingga lembaga ini dapat maksimal melayani kebutuhan masyarakat Kabupaten Sumbawa. Sebab, Ekspektasi masyarakat sangat besar kepada DPRD Sumbawa, meskipun ditengah kemampuan pihaknya yang sangat terbatas.

kehilangan

Ketua DPC PDIP Sumbawa ini menambahkan, pihaknya membuka ruang silaturrahim, komunikasi dan diskusi. Sehingga tumbuh rasa saling memiliki satu sama lainnya. Karena berbicara Sumbawa bukan hanya tanggungjawab DPRD saja, tapi juga menjadi tanggung jawab bersama semua pihak. Momentum halal bihalal ini juga dimanfaatkan sebagai ruang silaturrahim, untuk memikirkan Kabupaten Sumbawa kedepannya.

“Saya mewakili segenap pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Sumbawa mengucapkan minal aidin walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin. Barangkali  selama dua tahun lebih menjadi anggota DPRD ada salah dan khilaf,” imbuhnya Rafiq.

Sebelumnya, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sumbawa, Ustadz Syukri Rahmat, S.Ag, dalam tausyiahnya memaparkan, barang siapa yang ingin dilapangkan rizkinya oleh Allah SWT dan dipanjangkan umurnya, harus memperkuat silaturrahim. Forum ini diharapkan menjadi pembuka Rahmat Allah SWT, pelebur kejanggalan rasa dihati yang sebelumnya mungkin tersisa, menjadi satu rasa kembali fitrah dan bersih.

Ustadz Syukri, akrabnya disapa menerangkan, bahwa umat muslim telah melewati porses pendidikan luar biasa di bulan ramadhan. “Demikian indah cara Allah SWT mendidik kita, memperbaiki kita dengan berpuasa selama satu bulan untuk membersihkan hati, jiwa dan pikiran kita. Tiada ibadah seindah puasa, maka wajar jika Allah SWT menjadikan puasa sebagai tujuan akhirnya mencapai derajat taqwa. Ibadah lain tidak disebutkan secara langsung, hanya dengan puasa orang bisa mencapai derajat taqwa,” tegasnya.

Dijelaskan, taqwa dalam konteks kesumbawaan adalah takut kepada Allah SWT dan malu berbuat perbutan tercela dan ini berlandaskan pada Al-Quran. Manusia pasti pernah Khilaf, oleh kerenanya segeralah memohon ampun kepada Allah, beristigfar atas segala khilaf yang dilakukan secara tidak sadar. Bahkan Nabi Adam punya satu dosa, yakni memakan buah kholdi. Padahal Allah mengingatkan agar tidak didekati, kemudian berikutnya Nabi Adam tergoda. Dosanya hanya satu tapi istigfarnya 40 tahun. Doa dan permohonan ampun Nabi Adam diabadikan dalam Al-Quran.

Terakhir, Ustadz Syukri menyampaikan bahwa momentum halal bihalal sebagai rangkaian idul fitri merupakan momentum untuk kembali sadar atas fitrah yang disebut agama. Sebagai fitrah syakhshyyah, juga  fitrah sosial (fitrah Ijtima’iyah). Karena manusia tidak mungkin hidup sendiri, ada teman, keluarga, kolega serta mitra. Ini yang perlu kita perkuat. Demikian pula Fitrah kebangsaan ( Fitrah Wathoniyah), yakni tanggung jawab untuk menjaga republik ini, apapun risikonya. Mengacu kepada Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945, semua pihak harus menjaga bangsa ini. Jangan sampai tergrogoti dari oknum yang ingin merobohkan bangsa kita. Inilah ciri orang yang bertaqwa dan yang beridul fitri. “Mari saling memafkan, karena dua orang islam yang kemudian bertemu kemudian berjabat tangan (bermaaf-maafan) tiada balasan selain dosanya diampuni Allah SWT, sebelum keduanya berpisah,” Ustadz Syukri mengingatkan.

kegiatan itu diakhiri ramah-tamah dan dilanjutkan dengan diskusi dalam suasana santai dan penuh kekeluargaan. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.