Sejumlah Pedagang Masih Membandel

oleh -73 Dilihat
Camat Utan, Syahruddin

Beritasumbawa.com (18/5/2022)

SUMBAWA- Pemerintah Kecamatan Utan, melakukan penertiban pedagang yang berjualan di pasar bayangan, Selasa (17/5) lalu. Meski sudah ditertibkan, namun ada sejumlah pedagang yang membandel. Mereka kembali berjualan di pasar bayangan tersebut, Rabu (18/5) pagi.

Atas hal tersebut, Pemerintah Kecamatan Utan kembali melakukan penertiban Rabu pagi. Dalam penertiban ini, para pedagang masih ngeyel dan enggan untuk pindah ke Pasar Utan. Bahkan, sempat terjadi perdebatan antara Camat Utan, Syahruddin, dengan sejumlah oknum tertentu saat penertiban itu.

Ditemui seusai penertiban, Camat Utan, Syahruddin mengatakan, relokasi sudah dilakukan sejak 22 Januari lalu, bertepatan dengan HUT Sumbawa. Dalam hal ini, para pedagang diberikan waktu selama seminggu untuk merapikan barang-barang mereka di pasar yang lama. Setelah semuanya selesai, kemudian diberikan pemahaman kepada pedagang yang masih berjualan di sekitar pasar lama. “Tiga hari mereka sempat tidak ada. Hari keempat, mereka muncul lagi,” ujar Syahruddin.

Karena itu, lanjut Syahruddin, pihaknya kembali turun memberikan imbauan agar para pedagang itu berjualan di pasar yang sudah disiapkan oleh pemerintah. Namun, mereka masih membandel. Pihaknya menduga, ada oknum tertentu yang berada di belakang ini. Dimana oknum tersebut memberikan ruang berjualan bagi pedagang di halaman rumahnya. Dengan alasan, oknum tersebut kasihan dengan pedagang. “Kami sampaikan, kalau memang oknum bersangkutan kasihan, seharusnya diarahkan. Bukannya ditampung,” terangnya.

Diungkapkan, dalam operasi penertiban yang dilakukan Selasa lalu, semua pedagang sudah dikembalikan ke Pasar Utan. Namun, pada Rabu pagi, ada sekitar dua puluh pedagang yang berjualan kembali di pasar bayangan itu. Saat dicoba untuk diarahkan kembali ke Pasar Utan, terjadi perdebatan. Dimana oknum tertentu mempertanyakan alasan penertiban itu. Pihaknya menegaskan bahwa para pedagang sudah memiliki tempat di pasar yang baru. Karena jika masih tetap berjualan di lokasi semula, dapat mengganggu lalu lintas dan lingkungan.

Dalam penertiban itu, para pedagang belum sempat dikembalikan ke Pasar Utan. Karena itu, pihaknya akan terus melakukan penertiban. Hingga para pedagang itu tidak kembali lagi berjualan di pasar bayangan itu. Karenanya, diharapkan dukungan segenap lapisan masyarakat untuk membantu pemerintah melakukan penertiban. “Kami tidak mau menempuh langkah yang represif. Tapi jika harus dilakukan, maka mau tidak mau langkah tersebut akan dilakukan,” tegasnya. (bs/mei)

kehilangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.