Tiga Hari Tidak Terlihat, Penjahit Ditemukan Meninggal

oleh -109 Dilihat
Jenazah korban saat dievakuasi dari rumahnya

Beritasumbawa.com (28/4/2022)

SUMBAWA- Nasib nahas dialami Joko Margono (48), warga Desa Labuhan Bajo, Kecamatan Utan. Setelah tiga hari tidak terlihat, pria yang berprofesi sebagai penjahit ini ditemukan tak bernyawa, di dalam rumahnya.

Kapolres Sumbawa melalui Kapolsek Utan, Iptu. M. Yusuf, membenarkan adanya peristiwa itu. Dikatakan, jenazah Joko Margono ditemukan oleh warga, Rabu (27/4) sekitar pukul 22.20 Wita. Saat itu, keponakan korban, Nayib pergi mengecek korban ke rumahnya, sekitar pukul 20.00 Wita. “Saksi Nayib tidak melihat korban keluar rumah selama tiga hari. Selain itu, lampu rumah korban juga sudah tidak menyala selama dua hari. Karena itu, saksi berinisiatif untuk melihat korban di dalam rumahnya,” ujar Yusuf.

Saat itu, Nayib melihat kedalam rumah korban. Namun, semua pintu rumah korban tertutup. Kemudian Nayib memanjat jendela dan mengintip ke dalam rumah. Nayib melihat korban telah terlentang di samping meja tempat korban memperbaiki alat elektronik.

Nayib kemudian bergegas menemui ketua RT setempat, untuk memberitahukan hal ini. Langsung saja ketua RT mengajak sejumlah warga lainnya, untuk membuka pintu rumah korban. Benar saja, korban dilihat tergeletak di samping meja kerjanya.

Kejadian ini langsung dilaporkan ke Polsek Utan. Menurut kesaksian warga korban sempat dilihat beraktifitas menyiram bunga di depan rumahnya, pada hari Senin (25/4) sore. Setelah itu korban tidak terlihat hingga ditemukan meninggal dunia.

Setelah penemuan jenazah korban, lanjut Yusuf, pihaknya langsung mengamankan TKP. Tim Inavis dari Polres Sumbawa juga turun ke lokasi. Setelah itu, jenazah korban dievakuasi ke Puskesmas Utan, untuk diperiksa.

kehilangan

Berdasarkan keterangan dokter, korban telah meninggal dunia selama dua hari. Penyebabnya, diduga kuat korban meninggal akibat sesak nafas. Mengingat, menurut rekam medisnya, korban memiliki riwayat penyakit sesak nafas. Korban juga sering mengkonsumsi obat sesak nafas. Hal ini diperkuat oleh keterangan tetangga korban yang sering membeli obat sesak nafas untuk korban di apotek.

Atas peristiwa ini, keluarga korban menolak jenazah korban untuk diotopsi. Pihak keluarga menganggap peristiwa ini merupakan musibah. Jenazah korban kemudian dikembalikan kepada keluarga untuk dikebumikan. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.