Jaksa Datangi Distributor Minyak Goreng

oleh -30 Dilihat
Tim gabungan Kejari Sumbawa dan KSB saat mendatangi salah satu distributor minyak goreng di Sumbawa

Beritasumbawa.com (26/4/2022)

SUMBAWA- TIM gabungan Kejari Sumbawa dan KSB, mendatangi salah satu distributor minyak goreng di Sumbawa, belum lama ini. Guna menelusuri alur pendistribusian minyak goreng di Kabupaten Sumbawa dan KSB. Hal ini merupakan tindak lanjut dari pengungkapan kasus mafia minyak goreng oleh Kejagung RI.

Kasi Pidsus Kejari Sumbawa, Reza Safetsila Yusa, SH, yang di konfirmasi membenarkan bahwa pihaknya telah turun. Hal ini dilakukan, sebagai bentuk tindaklanjut pengungkapan kasus mafia minyak goreng. Dimana sebelumnya Kejagung telah menetapkan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Indrasari Wisnu Wardhana sebagai tersangka.

Oknum pejabat Kemendag ini dijadikan tersangka bersama tiga tersangka lainnya dalam dugaan tindak pidana korupsi dalam pemberian fasilitas ekspor crude palm oil (CPO) dan turunannya pada Januari 2021 hingga Maret 2022. Untuk pengembangan kasus ini, Kejagung telah memerintahkan seluruh kejaksaan di Indonesia. Termasuk Kejari Sumbawa dan KSB, untuk menelusuri alur distribusi minyak goreng di daerah.

“Pada Sabtu (23/4) dan Minggu (24/4) kemarin, Tim gabungan Intelijen dan Pidana Khusus bentukan dua kejari telah turun ke lapangan. Tim ini mendatangi Distributor Minyak Goreng yang ada di Kabupaten Sumbawa. Mengingat jangkauan distribusi dari distributor ini berada di dua wilayah. Yakni Sumbawa dan Sumbawa Barat,” ujar Reza.

Pihaknya telah turun menemui distributor untuk mendapatkan informasi baik stok, distribusi, harga maupun kelengkapan dokumen minyak goreng untuk konsumen di Sumbawa dan KSB. Setelah ini pihaknya akan mendatangi Dinas KUKM Indag Kabupaten Sumbawa.

Reza menjelaskan, dilibatkannya Tim Kejari Sumbawa dan KSB ini, untuk mempercepat proses penanganan tindak pidana korupsi minyak goreng tersebut. Data dan fakta yang dikumpulkan tim ini direkap dan dilaporkan ke Kejagung melalui Kejaksaan Tinggi NTB.

kehilangan

Diketahui, terungkapnya kasus minyak goreng ini berawal dari adanya pemberian fasilitas ekspor crude palm oil (CPO). Kewajiban pemenuhan Domestic Market Obligation (DMO) 20% merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan Persetujuan Ekspor (PE) bagi para eksportir yang akan melakukan ekspor CPO maupun produk turunannya.

Namun pelaku eksportir diduga tidak melaksanakan distribusi DMO yang merupakan kewajibannya untuk mendistribusikan berdasarkan volume CPO dan Olein (dalam bentuk minyak goreng kemasan maupun minyak goreng curah) yang wajib mereka distribusikan terlebih dahulu sebelum mengajukan permohonan eksport.

Dalam pelaksanaannya diduga hanya dalam bentuk pembelian berdasarkan Delivery Order (DO), secara formalitas dari Delivery Order (DO) tersebut DMO 20 persen terpenuhi. Padahal kenyataan DMO tersebut tidak disalurkan sehingga menimbulkan kelangkaan minyak goreng.

Kelangkaan itu terjadi karena pelaku eksport yang mempunyai kewajiban DMO tidak memenuhi kewajibannya. Minyak goreng dan CPO tersebut sudah ada di rantai distribusi untuk disebarkan tetapi tidak dijalankan, sehingga minyak goreng tersebut tidak sampai ke masyarakat sehingga secara terus-menerus terjadi kelangkaan minyak goreng.

Akhirnya dicabutlah Permendag Nomor 06 Tahun 2022 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyak Goreng Sawit yang diikuti dengan terbitnya aturan Permendag Nomor 12 Tahun 2022 tentang Perubahan Ketiga atas Permendag Nomor 19 Tahun 2021 tentang Kebijakan dan Pengaturan Ekspor yang isinya menghapus kewajiban DMO dan DPO bagi eksportir CPO dan turunannya.

Dengan pencabutan Permendag Nomor 06 Tahun 2022 yang mengatur mengenai HET tersebut dan terbitnya Permendag Nomor 19 Tahun 2021 tentang Kebijakan dan Pengaturan Ekspor minyak goreng yang semula langka menjadi banyak beredar di pasaran dengan harga yang tidak terkontrol. Dan diduga minyak goreng yang beredar tersebut adalah minyak goreng dari DMO yang ditahan untuk tidak dipasarkan ke retail. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.