Pekan PIRN Bakal Digelar, Kapasitas Talenta Muda Diperkuat

oleh -58 Dilihat

Beritasumbawa.com (13/4/2022)

MATARAM- Perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemui Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, belum lama ini. Pertemuan ini dilakukan guna memperkuat kapasitas talenta muda yang ada. Karena itu, BRIN menggandeng Pemprov NTB, akan melaksanakan Pekan Pemuda Inovasi dan Riset Nasional (PIRN).

Dalam pertemuan itu, Deputi Sumber Daya Manusia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi BRIN, Edy Giri Rachman Ph.D, mengatakan, pengembangan SDM di Indonesia menjadi sebuah strategi penting, dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Salah satunya adalah penguatan kapasitas generasi muda menjadi talenta unggul di penguasaan bidang teknologi melalui riset dan inovasi. Hal tersebut sejalan dengan amanat Presiden RI. Yang menilai penting untuk melakukan pembangunan SDM Iptek, untuk mendukung pembangunan nasional.

“Kerja sama dan kolaborasi untuk membangun ekosistem riset, terutama pengembangan human capital memerlukan kolaborasi yang handal di antara semua pihak. Kami sangat berterima kasih, Pemda NTB melalui kehadiran Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Nusa Tenggara Barat (NTB), telah menjadi mitra yang potensial. Untuk bersama-sama dengan BRIN membangun elemen riset yang kokoh,” ujar Edy.

Edy mengungkapkan, bahwa kedepannya Indonesia akan menghadapi bonus demografi penduduk. Sehingga utilisasi SDM yang berkualitas, akan menjadi penentu dan faktor pendorong bagaimana riset dan inovasi berkembang. Karena itu, pembinaan Manajemen Talenta Nasional di bidang riset dan inovasi berkolaborasi dan melakukan orkestrasi yang harmonis.

“Bagaimana pemerintah daerah dan pusat saling bersinergis untuk mendukung pengembangan kompetensi pengembangan SDM Iptek di Indonesia. Melalui proses edukasi sains dan pengembangan kapasitas tingkat pendidikan melalui bantuan studi. Maupun membangun ekosistem riset dari hulu ke hilir, dapat menjadi beberapa upaya,” terangnya.

Karena itu, lanjut Edy, BRIN bersama Pemda NTB yang digawangi oleh BRIDA NTB akan mengadakan perhelatan besar bagi pemuda dan pemudi dari seluruh Indonesia. Yakni melalui kegiatan Pekan Pemuda Inovasi dan Riset Nasional (Pekan PIRN). Kegiatan pengenalan budaya penelitian bagi pelajar setingkat SMP-SMA, mahasiswa dan pengayaan ilmiah bagi kalangan akademisi atau komunitas ilmiah.

kehilangan

“Kegiatan ini diharapkan mampu memotivasi talenta muda Indonesia untuk lebih mencintai riset. Pekan PIRN kali ini akan berbeda dari sebelumnya. Tahun ini kita akan memberikan berbagai variasi kegiatan sehingga semua sektor dari generasi muda hingga periset dan akademisi bisa mendapatkan manfaatnya dari kegiatan Pekan PIRN ini. Proses pengembangan SDMI adalah mutlak dan harus dilakukan,” terang Edy.

Pekan PIRN kali ini direncanakan bertema membangun Blue Green Economy. Rencananya kegiatan itu diselenggarakan pada 3 hingga 9 Juli mendatang. Diharapkan, ratusan remaja Indonesia akan mendapatkan pengalaman untuk menjadi bagian dari menyelesaikan tantangan. Serta menjadi pemecah masalah di daerah NTB, dengan menggunakan kajian riset dan inovasi.

Terkait hal ini, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengatakan, pihaknya sejalan dengan ide penguatan posisi pemerintah daerah, dalam memperkuat potensi riset dan inovasi di kehidupan masyarakat. Kehadiran BRIDA NTB merupakan salah satu bentuk transformasi kelembagaan riset di Indonesia yang menggabungkan proses hulu ke hilir. Mulai dari pengembangan kompetensi SDM melalui pemberian beasiswa, hingga mempertemukan bisnis dengan hasil riset dan inovasi.

“BRIDA NTB memiliki perbedaan dengan yang lainnya. Karena mentranslasikan kegiatan riset inovasi harus memiliki pendekatan yang komprehensif dari semua sektor. Agar dirasakan oleh masyarakat. Seperti untuk melahirkan champion, langkah awal yang bisa dilakukan adalah memperluas wawasan dan pengalaman pemuda NTB untuk belajar ke luar negeri. Melalui skema beasiswa yang disediakan pemda. Tidak hanya ilmu yang didapat melainkan rasa nasionalisme yang muncul dan keinginan untuk berbuat sesuatu yang lebih untuk bangsanya di kemudian hari,” terang Bang Zul, akrabnya disapa.

Bang Zul juga menegaskan bahwa dengan terintegrasinya seluruh lembaga penelitian khususnya di daerah ke dalam BRIN atau BRIDA maka kegiatan  kegiatan yang bersifat hilirisasi riset seperti inkubasi dan komersialisasi menjadi hal yang penting. Karena mempertemukan sektor riset inovasi ke dalam skema bisnis dapat mengakselerasi perkembangan inovasi dan bisnis lokal.

“Riset dan Inovasi itu wajib dipertemukan dengan sektor bisnis. Agar hasilnya dapat termanfaatkan dalam jangka panjang. Jadi proses pengembangan ekosistem riset tersebut, bisa berupa pengenalan budaya penelitian, peningkatan tingkat pendidikan, hingga inkubasi dan komersialisasi hasil riset. Baru terasa gaungnya suatu badan riset,” tegas Bang Zul.

Dalam hal ini, pihaknya mendukung upaya pengenalan riset dan inovasi dari usia dini hingga komunitas akademisi dan periset. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.