Mobil Mewah dan Senapan Dikembalikan kepada Maylanie

oleh -27 Dilihat
Penyerahan barang bukti dua unit mobil dan sejumlah barang lainnya kepada perwakilan korban Siti Maylanie Lubis

SUMBAWA- Pasca putusan kasasi kasus penipuan yang dilakukan trader forex Topan Yanuar Syah terhadap pengusaha sekaligus pengacara asal jakarta, kemudian dilakukan pengembalian barang bukti kepada korban Siti Maylanie Lubis. Pengembalian ini dilakukan, Kamis (7/4) pagi. Diantara barang bukti tersebut, terdapat dua unit mobil mewah dan senapan.

Kasi Pidum Kejari Sumbawa, Hendra, SS., SH, yang dikonfirmasi membenarkan dilakukannya pengembalian itu. Dikatakan, pengembalian itu resmi dilakukan Kamis pagi. “Pengembalian ini sesuai juga dengan bunyi putusan kasasi perkara tersebut,” ujar Hendra, saat ditemui di ruang kerjanya.

Dikatakan, bahwa barang bukti yang dikembalikan ini jumlahnya cukup banyak. Berupa dua unit mobil, senapan dan sejumlah dokumen. Korban Maylanie menguasakan dua orang koleganya untuk datang langsung mengambil barang bukti tersebut.

Terkait terdakwa dalam kasus ini, Topan Yanuar Syah, sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Bahkan namanya sudah masuk dalam program tangkap buronan (Tabur) Kejaksaan Agung. Hingga saat ini, masih dilakukan pencarian terhadap trader forex tersebut.

DPO Topan Yanuar Syah yang diterbitkan oleh kejaksaan

Seperti diberitakan, Topan diduga melakukan penipuan terhadap korban Siti Maylanie Lubis. Yang mana korban merupakan pengusaha sekaligus pengacara. Berawal saat keduanya bertemu di sebuah hotel di Jakarta, guna menagih ganti rugi kecelakaan pesawat pada 2018 lalu. Keduanya kemudian menjalin asmara.

Karena itu, Topan meminjam uang dari korban. Guna kepentingan pengembangan bisnis hasil buminya di Sumbawa. Dengan iming-iming keuntungannya akan dibagikan. Selain itu, Topan juga meminta kepada korban untuk dibelikan kendaraan. Alasannya, untuk digunakan melihat potensi bisnis yang ada di Sumbawa. Topan beralasan kepada korban, bahwa kondisi alam Sumbawa masih banyak hutan belantara. karena tidak mengetahui kondisi Sumbawa, korban akhirnya mengiyakan hal tersebut.

Selain itu, korban juga menransferkan uang secara berkala kepada Topan hingga senilai Rp 22,994 miliar. Setelah ditagih terkait keuntungan bisnis, terdakwa malah berkilah. Hingga 2020, uang korban tidak dikembalikan oleh terdakwa. Karena merasa ditipu, korban akhirnya melaporkan kasus itu ke Polres Sumbawa.

kehilangan

Dalam perkara ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Topan dengan pidana penjara selama empat tahun. Namun, dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Sumbawa, Topan diputus bebas. Akhirnya, JPU mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) . Hasilnya, majelis hakim MA menjatuhkan vonis tiga tahun penjara kepada Topan. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.