Lahan Lokasi Sirkuit MXGP Bersengketa? 

oleh -44 Dilihat
Kuasa Hukum Abdul Azis, Imam Wahyudin, SH, saat mendaftarkan gugatan ke PN Sumbawa

Beritasumbawa.com (16/3/2022)

SUMBAWA- Lagi, sebuah lahan di kawasan Samota digugat. Dikabarkan, lahan seluas 60 hektar tersebut, dikuasai oleh mantan Bupati Lombok Timur, Ali BD. Penggugatnya adalah orang yang mengaku pemilik lahan tersebut, Abdul Azis. Belakangan, beredar informasi bahwa lahan itu akan digunakan sebagai lokasi sirkuit MXGP.

Kuasa hukum Abdul Azis selaku penggugat, Imam Wahyudin, SH mengatakan, pihaknya telah resmi melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Sumbawa. Adapun tergugatnya yakni Ali BD.

Imam memaparkan, kliennya mengaku telah menggarap lahan yang terletak di kawasan Peliuk Kedawan, Kelurahan Brang Biji itu sejak tahun 1998. Kemudian, SKPT atas lahan itu terbit pada 2005. Selama itu, lahan tersebut dikuasai secara terus menerus dan ditanami jagung. Pada akhir 2011, terbitlah sporadik atas nama Abdul Aziz di lokasi itu. Kemudian, SKPT atas lahan itu ditarik oleh pihak Kelurahan Brang Biji.

Kemudian, akhir 2011 sampai awal 2012, terjadi kesepakatan lisan antara Ali BD dengan Abdul Aziz. Untuk melakukan jual beli atas obyek tersebut. Atas kesepakatan itu, Ali BD memberikan panjar sebesar Rp 60 juta, dari nilai jual kesepakatan Rp 5 juta per hektar. Karena luas itu seluas 60 hektar, berarti nilai keseluruhan Rp 300 juta. Uang panjar itu dibayar empat kali dalam tahun 2012.

Semenjak ada kesepakatan hingga tahun 2021 lalu, tanah tersebut tetap dikuasai Abdul Azis dengan ditanami jagung. Namun, pada pertengahan 2021, tanah tersebut diambil paksa atau diserobot oleh Ali BD. Dengan menggunakan jasa sekelompok orang yang mengaku telah diberikan kuasa oleh Ali BD. Atas hal tersebut Abdul Azis melaporkan tindakan ini ke Polres Sumbawa.

Sebelumnya, setelah dipanjar, seluruh sporadik diserahkan kepada Ali BD. Kemudian Abdul Aziz telah melakukan penagihan untuk pelunasan, namun tidak kunjung dibayarkan. “Hanya dijanjikan hingga hari ini. Karena tidak ada pelunasan maka, Abdul Aziz melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Sumbawa,” ujar Imam.

kehilangan

Surat itu telah dimasukan ke PN Sumbawa, Senin 14 Maret lalu. Dengan nomor perkara, 12/Pdt.G/2022/PN-SBW.

Dalam hal ini, lanjut Imam, kliennya menginginkan agar membatalkan kesepakatan jual beli lisan antara dirinya dan Ali BD, yang dilakukan pada 2012 lalu. Kemudian, menuntut kerugian materiel yang timbul. Karena saat ini, Abdul Azis tidak bisa menanam jagung di tanah tersebut. Karena lokasi tersebut menjadi incaran guna dijadikan lokasi sirkuit MXGP, sehingga penting bagi kliennya, untuk melayangkan gugatan. Agar Pemda Sumbawa tidak keliru untuk melakukan pembebasan lahan. Karena lahan tersebut masih milik Abdul Azis.

Meski demikian, Abdul Azis mendukung penuh untuk penyelenggaraan MXGP di lokasi lahan itu. Dukungan itu dibuktikan dengan diberikannya surat dukungan tertulis kepada Pemda Sumbawa. Untuk meminjamkan tanah tersebut, tanpa dipungut biaya sepeserpun.

Secara terpisah, Humas PN Sumbawa, Dwiyantoro, SH, yang dikonfirmasi membenarkan adanya gugatan itu. Dikatakan, bahwa pihaknya sudah menerima gugatan dari Abdul Azis. “Gugatannya sudah kami terima dan sudah diregister,” terangnya.

Dwiyantoro mengungkapkan, majelis hakim yang menangani perkara itu juga sudah ditentukan. Yakni Karsena, SH., MH selaku ketua majelis hakim, dengan anggota Ricky Zulkarnaen, SH., MH, dan Reno Hanggara, SH. “Biasanya persidangan akan dimulai dua minggu setelah gugatannya resmi didaftarkan,” pungkasnya. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.