Dirjen KKP Tinjau dan Sosialisasikan Shrimp Estate

oleh -99 Dilihat
Asisten II Sekda Sumbawa, L. Suharmaji Kertawijaya

Beritasumbawa.com (16/3/2022)

SUMBAWA- Salah satu Dirjen dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, T.B. Rahayu, turun ke Sumbawa, Rabu (16/3). Hal ini dilakukan, guna meninjau langsung lokasi rencana program Shrimp Estate, di Kecamatan Moyo Utara. Sekaligus, untuk menyosialisasikan langsung program tersebut kepada masyarakat.

Asisten II Sekda Sumbawa, L. Suharmaji Kertawijaya mengatakan, Pemda Sumbawa sudah hampir tiga bulan melakukan pengecekan dan persiapan. Untuk memastikan kesediaan masyarakat, Dirjen KKP sudah turun melakukan peninjauan ke lokasi. Kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi dengan masyarakat di Kantor Camat Moyo Utara. “Tidak juga kalah penting, Menteri KKP akan hadir di Sumbawa, Jumat (18/2) mendatang. Untuk melihat lokasi dimaksud,” ujar Suharmaji, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (16/3) siang.

Suharmaji mengungkapkan, tahun ini ada lima kabupaten/kota yang menjadi lokasi pelaksanaan. Salah satunya adalah Kabupaten Sumbawa. Diharapkan, ground breaking secara nasional bisa dilaksanakan di Kabupaten Sumbawa. Dengan demikian, otomatis perekonomian masyarakat akan semakin berkembang.

Menghadapi kunjungan Menteri KKP, lanjut Suharmaji, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah bahan dan data. Untuk nantinya dijadikan laporan oleh menteri kepada Presiden RI.

Selain itu, kedatangan Dirjen KKP ke Sumbawa, untuk menyosialisasikan program ini kepada masyarakat. Sehingga, bisa menjawab sejumlah persoalan yang timbul dalam program ini. Sehingga bisa menambah pemahaman masyarakat atas program ini. Karena program ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk membuka keran roda perekonomian di Kabupaten Sumbawa.

Terkait luas lahan untuk program ini, Suharmaji mengungkapkan, jika lahan yang dibutuhkan seluas seribu hektar, terdapat lahan pertanian berkelanjutan milik warga di lokasi tersebut. Dimana untuk mengubah lahan pertanian menjadi tambak, dibutuhkan proses yang panjang. Jika lahan pertanian berkelanjutan itu terdampak, tentu akan berpengaruh pada rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) di Kabupaten Sumbawa. “Itu salah satu alasan kenapa lahan pertanian milik masyarakat itu tidak diakomodir terlebih dahulu. Sehingga, kami hanya bisa mendapatkan sekitar 630 hektar lahan saja,” imbuhnya.

kehilangan

Dengan luasan ini, juga sudah disetujui untuk pelaksanaan Shrimp Estate ini. Luas lahan sementara ini juga dirasa sudah cukup. Nantinya, masyarakat lain bisa melihat terlebih dahulu prosesnya. Dengan harapan, masyarakat mau memasukkan lahannya dalam program Shrimp Estate ini. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.