Pengurus dan Anggota KSU Rinjani Gedor BRI Sumbawa

oleh -108 Dilihat
Pertemuan antara perwakilan pengurus KSU Rinjani dan perwakilan BRI Cabang Sumbawa

Beritasumbawa.com (10/3/2022)

SUMBAWA- Puluhan massa yang merupakan pengurus dan anggota KSU Rinjani, mendatangi kantor BRI Cabang Sumbawa, Selasa (9/3) pagi lalu. Kedatangan massa ini bertujuan untuk meminta klarifikasi BRI terkait program bantuan satu peternak tiga ekor sapi dan pinjaman Rp 100 juta tanpa jaminan.

Kegiatan itu dihadiri oleh Kapolres Sumbawa, AKBP. Esty Setyo Nugroho, S.I.K, beserta sejumlah perwira Polres Sumbawa lainnya. Juga dihadiri oleh Kepala Unit BRI Kota I Cabang Sumbawa Irfan Patawari, Asisten Manager Pemasaran Mikro BRI Cabang Sumbawa L. Taufik Hidayat, sejumlah pengurus dan puluhan anggota KSU Rinjani.

Dalam kegiatan itu, pengurus dan anggota KSU Rinjani menyampaikan aspirasinya di depan kantor BRI Cabang Sumbawa. Massa klarifikasi dari pihak BRI terkait pengajuan program satu peternak tiga ekor sapi. Kemudian juga terkait program pinjaman Rp 100 juta tanpa jaminan, melalui Pelaksanaan Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN).

Tidak lama, pihak BRI menerima perwakilan dari massa untuk dilakukan hearing. Dalam hearing itu, perwakilan KSU Rinjani kembali menyampaikan aspirasinya. Pihak KSU Rinjani mengaku, mewakili masyarakat ingin mengajukan pinjaman sebesar Rp 100 juta dengan bunga tiga persen.

Massa juga mengaku, bahwa sudah melakukan pertemuan dengan Pimpinan BRI Cabang Mataram. Pihaknya juga membawa landasan yang kuat mengenai progam ini. Namun, dalam pertemuan itu, tidak ada kesimpulan yang dihasilkan.

Karena itu, massa hanya ingin mendengar klarifikasi dari pihak BRI Cabang Sumbawa terkait program tersebut. Sehingga ada kesimpulan terkait persoalan ini.

kehilangan

Terkait hal itu, Asisten Manager Pemasaran Mikro BRI Cabang Sumbawa, L. Taufik Hidayat mengatakan, bahwa pihaknya tidak bisa mengklarifikasi surat yang dikirimkan pihak KSU Rinjani untuk BRI Cabang Mataram. Karena, status Kanca Mataram dengan Sumbawa berada dilevel yang sama. “Kami hanya tunduk kepada perintah yang diberikan oleh kantor pusat,” ujarnya.

Terkait program yang diberikan oleh pemerintah, semuanya sangat bagus untuk masyarakat. Tetapi jika ada surat perintah dari pemerintah maupun presiden, tidak bisa langsung dilaksanakan oleh pihaknya. Sebab, pihaknya harus menunggu perintah dari Kantor Wilayah dan Kantor Pusat BRI.

Dia memaparkan, program pinjaman satu orang Rp 100 juta dengan bunga tiga persen ini belum ada petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknisnya. Sehingga pihaknya belum bisa melaksanakan, memberikan klarifikasi dan juga memberikan jawaban kaitan dengan program tersebut.

Dalam pertemuan itu, Kapolres Sumbawa, AKBP. Esty Setyo Nugroho, S.I.K mengatakan, bahwa ini merupakan kesalahpahaman dari pihak KSU Rinjani, tentang adanya program pemerintah melalui Pelaksanaan Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN). Diminta kepada pihak KSU Rinjani untuk lebih cerdas lagi dalam menyelidiki suatu hal. Juga lebih rinci lagi dalam menggali suatu informasi. Serta memeriksa lagi dengan teliti apakah program tersebut ada juklak dan juknisnya.

Sebab, lanjut kapolres, tidak bisa hanya mengandalkan Peraturan Menteri Perekonomian saja. Dibutuhkan penjabaran lebih lanjut sehingga jelas pelaksanaannya. Pihak KSU Rinjani jangan gampang terframing dengan informasi yang masih belum jelas. Karena semua program dari pemerintah terbuka untuk umum. “Jangan sampai memberikan harapan palsu kepada masyarakat kita. Terkait dengan ini saya akan berkoordinasi dengan Bupati Sumbawa,” tegas kapolres.

Kapolres menekankan agar pihak KSU Rinjani tidak menimbulkan kerumunan dan kegaduhan ditengah masyarakat, selama proses hukum masih berjalan. Terkait persoalan program pemerintah yang diatur dalam undang-undang nomor 2 Tahun 2020 antara pihak KSU Rinjani dengan pihak pihak terkait, diharapkan bisa diselesaikan melalui jalur hukum.

Dalam pertemuan itu disimpulkan, bahwa pinjaman subsidi bunga tiga persen yang diatur dalam Permenko nomor 2 tahun 2022 belum ada peraturan pelaksanaan lebih lanjut dari pemerintah. BRI saat ini menyalurkan KUR dengan bunga sebesar enam persen.

Selain itu, tidak ada program khusus yang disalurkan BRI berkaitan dengan anggota KSU Rinjani. Setiap pengajuan pembiayaan dari masyarakat dilayani secara individual. Atas hal ini, akhirnya massa dari KSU Rinjani membubarkan diri. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.