Memprihatinkan, SDN Sumer Payung Hanya Punya Satu Ruangan

oleh -84 Dilihat

Inilah kondisi SDN Sumer Payung, Desa Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas

 

Beritasumbawa.com (18/2/2022)

SUMBAWA- Meski telah enam tahun berdiri, kondisi SDN Sumer Payung, Desa Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas memprihatinkan. Pasalnya, sekolah tersebut hanya memiliki satu ruangan saja. Selain itu, sekolah itu selalu tergenang air.

Kepala SDN Sumer Payung, Wahyuti, S.Pd.SD, mengatakan, SD itu memiliki enam rombongan belajar. Terdiri dari kelas satu sampai enam. Jumlah siswa keseluruhan sebanyak 83 orang. Sekolah tersebut memiliki luas 40 are, yang lahannya merupakan hibah dari masyarakat.

Wahyuti mengungkapkan, dia baru ditugaskan selama sebulan di sekolah itu. Setelah bertugas, dia melihat kondisi sekolah tersebut sangat memprihatinkan. Sekolah ini butuh perhatian. Khususnya untuk ruang kelas siswa, agar siswa bisa belajar seperti siswa sekolah lain. Karena sekolah itu tidak memiliki ruang kelas yang memadai.

Dipaparkan, sekolah tersebut hanya memiliki satu ruangan saja. Dimana ruangan itu digunakan sebagai ruang guru, ruang kepala sekolah dan ruang belajar. Karena itu, pihaknya terpaksa menerapkan pembagian jam masuk siswa. Jadi, siswa harus belajar dengan cara disekat.

kehilangan

Menurutnya kondisi bangunan tersebut tidak layak, karena dinilai tidak memadai. Begitu juga dari sisi kesehatan. Bahkan, ada salah seorang guru yang terkonfirmasi positif covid. Akibatnya banyak guru lain yang tidak masuk kerja karena sakit. Sebab, semua guru berkumpul dalam satu ruang yang sama. Jadi rentan terjadi penularan.

Selain itu, halaman sekolah juga tergenang air. Karena lokasi sekolah itu berdiri di atas tanah rawa. Pada musim kemarau, air pasti menggenang halaman depan, samping dan belakang. Jika musim hujan, maka air akan merembes masuk ke dalam ruangan.

Menurut Wahyuti, hal ini sudah disampaikan ke Dinas Dikbud Sumbawa. Namun, dinas belum bisa mengalokasikan anggaran pada tahun ini. Rencananya, pembangunan ruang kelas baru akan dilaksanakan pada 2023. Namun, pihaknya tidak tahu apakah akan diberikan sesuai kebutuhan atau tidak. Karena saat ini, pihaknya membutuhkan enam ruang kelas.

Lebih lanjut dikatakan, memang sekolah itu mendapat bantuan swadaya dari masyarakat, berupa satu ruang kelas. Meskipun kondisinya semi permanen, namun pihaknya masih bersyukur. Karena masyarakat ada yang peduli.

“Dengan kondisi seperti ini, kami harapkan ada kebijakan dari pemerintah. Karena jika sesuai aturan, kami tahu bahwa kami tidak bisa mendapatkan bantuan ruang kelas tahun ini. Siapa tahu ada kebijakan, ya hanya sekedar satu ruangan,” pintanya.

Masyarakat juga kerap bertanya mengenai pembangunan ruang belajar bagi siswa. Pihak sekolah hanya bisa menjawab agar para orang tua siswa untuk bersabar dan menunggu bantuan pemerintah. Pihaknya berharap agar pemerintah bisa terketuk untuk memberikan bantuan kepada sekolah tersebut. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.