Kapolres Minta Vaksinasi Digenjot Hingga RT

oleh -114 Dilihat

Rapat analisa dan evaluasi percepatan vaksinasi yang dilaksanakan oleh Polres Sumbawa di Rupatama Mapolres Sumbawa

 

Beritasumbawa.com (17/2/2022)

SUMBAWA- Vaksinasi kepada masyarakat diminta untuk digenjot. Bukan hanya ketingkat desa, namun juga hingga ketingkat RT. Hal ini disampaikan Kapolres Sumbawa, AKBP. Esty Setyo Nugroho, S.I.K, dalam rapat analisa dan evaluasi percepatan vaksinasi bersama Dikes Sumbawa.

Kegiatan tersebut, dilaksanakan di Rupatama Polres Sumbawa, Kamis (17/2). Dalam kegiatan yang dipimpin kapolres itu, dihadiri oleh Waka Polres Sumbawa KOMPOL Rafles P. Girsang, S.IK, Kepala Dinas Kesehatan Sumbawa Junaedi, S.Si, M.Si.,Apt, Kabid P3PL Dikes Sumbawa H. Sarip Hidayat, SKM, M.Ph, serta sejumlah pihak terkait lainnya.

Dalam pertemuan itu, kapolres mengatakan, belakangan ini banyak penambahan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sumbawa. Karena itu, kapolres meminta agar pencapaian target vaksinasi ini digenjot dalam bilang ini. Bukan hanya ditingkat desa saja, bahkan hingga ketingkat RT.

Menurut kapolres, penjelasan dari Kepala Dinas Kesehatan nantinya akan menjadi masukan dan pembelajaran. Untuk pelaksanaan tugas dalan percepatan vaksinasi kedepannya. Hasil setelah turun lapangan dan kendala juga diminta untuk disampaikan.

kehilangan

“Data capaian vaksinasi harus terpecah hingga ke dusun-dusun atau lingkungan. Agar dapat meningkatkan peran kadus atau kepala lingkungan,” ujar kapolres.

Kapolres juga menambahkan, beberapa hal. Seperti cara penginputan data oleh tim khusus di kecamatan. Atau dengan mengirim data beserta operator sehingga dapat dibantu oleh pihaknya.

Terkait sekolah yang melakukan lockdown, rata-rata di setiap sekolah yang sudah melakukan vaksinasi. Sehingga ada sekolah yg terkonfirmasi positif tanpa adanya gejala. Dinas terkait juga diminta untuk meluruskan informasi kepada masyarakat. Agar hoax atau isu-isu liar di tengah masyarakat tidak berkembang

Dinas terkait diminta selalu berkoordinasi dengan masing-masing UPT terkait dengan stok vaksin pfizer dan masa kadaluarsanya. Untuk menghindari dampak dari lonjakan kasusnya. Penerapan PPKM juga dapat berpotensi mengganggu stabilitas keamanan apabila tidak menjaga level PPKM.

Pengawasan siswa sekolah yang melakukan isoman jangan sampai dilepas. Karena dapat berpengaruh pada posisi rate positif.

Kapolres menyarankan agar Dikes membuat perlombaan visual terkait ajakan untuk melakukan vaksinasi. Khususnya kepada anak dan remaja. Sebagai bentuk sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Kemudian melakukan sosialisasi dengan pendekatan melalui keagamaan.

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Kesehatan Sumbawa Junaedi, S.Si, M.Si.,Apt memaparkan, hingga 13 Februari 2022, pelaku perjalanan sebanyak 10.696 orang. Jumlah  kontak erat sebanyak 6.927 orang dengan suspek 2.441 orang. Kasus konfirmasi sebanyak 3.611 orang, kasus sembuh sebanyak 3.174 orang dan meninggal sebanyak 147 orang.

Saat ini, sebanyak 290 terkonfirmasi positif. Lima diantaranya dirawat di RSUD Sumbawa. Sementara enam lainnya dirawat di RSMA. Sebanyak 279 orang melakukan isolasi mandiri. Terdiri dari 254 orang isolasi mandiri di Sumbawa dan 25 orang menjalani isolasi mandiri di luar Sumbawa.

“Sebanyak 290 yang terkonfirmasi aktif sebagian besar hanya gejala ringan. Yang mana merupakan dampak positif dari vaksinasi. Sehingga menjadi bahan untuk sosialisasi ke masyarakat,” terangnya.

Mengenai pencapaian vaksinasi, sejauh ini vaksinasi dosis pertama sudah mencapai 80 persen. Pihaknya bersama Dinas Dikbud Sumbawa juga diminta untuk menuntaskan program vaksinasi anak usia enam sampai 11 tahun.

Mengenai pencatatan kasus positif menggunakan dua metode. Yaitu melalui KTP dan pencatatan langsung. Dalam hal ini, varian omicron memiliki gejala lebih ringan dari pada delta. Meski demikian, perlu gerakan untuk percepatan vaksinasi dan taat prokes. Namun, capaian vaksinasi tidak menjadi syarat PPKM, tetapi tracing.

Lebih lanjut Junaedi memaparkan, kasus terkonfirmasi positif hampir merata di seluruh kecamatan di Kabupaten Sumbawa. Untuk mencegah penyebaran meluas, saat ini siswa TK dan Paud melakukan pembelajaran secara BDR. Adapun data anak usia sekolah yang terkonfirmasi positif di sejumlah sekolah totalnya 40 orang.

Diungkapkan, kendala dalam penginputan data masih terjadi. Sehingga sering terjadi selisih khususnya di Kecamatan Plampang. Selain itu, data belum bisa real time karena kendala server yang digunakan di seluruh indonesia.

Adapun perhitungan capaian vaksinasi dosis anak secara manual sudah mencapai 70 persen. Dalam pelaksanaannya juga sangat berhati-hati. Untuk mencegah adanya kejadian yang dapat mengakibatkan kegaduhan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab, terkait saran ataupun kendala-kendala yang terjadi di lapangan. Sehingga bisa dicarikan solusi untuk penyelesaiannya. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.