Penanganan Kerusakan Fisik Pasca Banjir Mulai Dikoordinasikan

oleh -28 Dilihat

Salah satu jembatan yang rusak diterjang banjir

Beritasumbawa.com (16/2/2022)
SUMBAWA- Pasca banjir di Kecamatan Alas dan Alas Barat, selain rumah warga, sejumlah fasilitas umum juga terdampak. Saat ini, penanganan guna pemulihannya tengah dikoordinasikan.

Kepala BPBD Kabupaten Sumbawa, M. Nurhidayat, S.T, mengatakan, proses identifikasi akibat banjir bandang di Kecamatan Alas dan Alas Barat sudah dirampungkan. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan BPBD NTB untuk penanganan sejumlah fasilitas yang rusak. Seperti jembatan cinta di Desa Kalimango, Kecamatan Alas yang putus diterjang banjir.

Selain itu, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan PDAM. Saat ini pihak PDAM tengah mengkalkulasi berapa besaran biaya perbaikan jaringannya. Sehingga bisa dilakukan normalisasi pendistribusian air bersih bagi masyarakat. Mengingat, jaringan pipa PDAM untuk menyalurkan air di wilayah Kecamatan Alas dan sekitarnya, ikut rusak diterjang banjir.

Dayat, akrabnya disapa mengungkapkan, pihaknya juga sudah melakukan turun lokasi dan melihat seperti apa volume pekerjaan. Setelah diketahui jumlahnya, barulah bisa dipikirkan penanganannya. “Saat ini masih dihitung total kerugian materielnya. Sehingga bisa dianggarkan pembiayaan untuk perbaikannya,” imbuh Dayat.

Seperti diberitakan, banjir menerjang Kecamatan Alas dan Alas Barat pada Senin (14/2) sore lalu. Akibatnya, sebanyak tujuh desa di Kecamatan Alas dan satu desa di Kecamatan Alas Barat terdampak. Di Kecamatan Alas banjir menerjang Desa Kalimango, Baru, Dalam, Juran Alas, Marente, Labuhan Alas dan Luar.

Di Desa Kalimango, sebanyak 81 kepala keluarga (KK) terdampak. Terdiri dari 77 rumah warga rusak ringan hingga sedang, dua rumah warga roboh dan dua rumah warga hanyut. Selain itu, empat ekor ternak sapi milik warga juga hanyut.

kehilangan

Di Desa Baru, 197 KK terdampak. Empat rumah warga rusak berat dan empat rumah rusak ringan. Selain itu, beronjong di sepanjang sekitar 500 meter juga ambruk. Di Desa Dalam, sebanyak 138 KK terdampak. Di Desa Juran Alas, 101 rumah warga terdampak. Dua diantaranya rusak sedang. Selain itu, beronjong sepanjang 25 meter di Dusun Penua Desa setempat hanyut.

Sementara di Desa Marente, tiga KK terdampak. Namun, sejumlah fasilitas umum rusak. Seperti pipa induk PDAM sepanjang sekitar 40 meter Hanyut. Enam gazebo di taman wisata Marente hanyut. Pipa PAMSIMAS sepanjang sekitar 50 meter hanyut. Kemudian jembatan limpas sepanjang sekitar 50 meter amblas. Jembatan POKDARWIS Tiu Kele sepanjang sekitar 50 meter amblas. Terakhir, saluran irigasi Uma Bulu sepanjang sekitar 50 meter amblas.

Di Desa Luar, 159 KK terdampak. Sementara di Desa Labuhan Alas, sebanyak tiga KK terdampak. Total keseluruhan di tujuh desa di Kecamatan Alas, sebanyak 682 KK terdampak banjir bandang.

Sementara itu, di Kecamatan Alas, banjir terjadi di Desa Gontar. Dalam peristiwa ini, jembatan gantung yang menghubungkan Dusun Gontar II dengan Dusun Stober Gontar dan menuju lahan pertanian warga Desa Gontar sepanjang sekitar 100 meter amblas. Kemudian, beronjong di lokasi pemukiman Desa Gontar sepanjang sekitar 400 meter jebol. Dua unit rumah milik warga terdampak banjir bandang. Selain itu, sekitar satu kilometer Lahan pertanian dan perkebunan di desa tersebut mengalami longsor. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.