Dugaan Penjualan PLTS, Polisi Masih Periksa Saksi

oleh -24 Dilihat

Kasat Reskrim Polres Sumbawa, Iptu. Ivan Roland Cristofel, S.T.K

 

Beritasumbawa.com (16/2/2022)

SUMBAWA- Penanganan kasus dugaan penjualan aset di salah satu dusun di Desa Mata, Kecamatan Tarano, terus berlanjut. Saat ini, penyidik Polres Sumbawa masih melakukan pemeriksaan sejumlah saksi.

Kasat Reskrim Polres Sumbawa, Iptu. Ivan Roland Cristofel, S.T.K yang dikonfirmasi mengatakan, sejauh ini belasan saksi sudah dimintai keterangan. Namun, pihaknya masih perlu mengumpulkan alat bukti lain. “Untuk terlapor belum di panggil untuk dimintai keterangan. Masih dalam proses penyelidikan,” ujar Ivan, akrab perwira muda ini disapa.

Ivan mengungkapkan, hasil pemeriksaan sementara, warga membenarkan bahwa aset berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) itu dijual. Karena listrik sudah masuk ke desa, jadi aset itu dianggap sudah tidak digunakan. Namun, sebenarnya hal itu tidak boleh dilakukan. Karena PLTS itu merupakan aset daerah, ada mekanisme terkait penghapusannya.

Seperti diberitakan, sejumlah PLTS di salah satu dusun di Desa Mata, Kecamatan Tarano, diduga dijual. Adanya dugaan penjualan PLTS yang merupakan aset daerah itu, kemudian dilaporkan ke Polres Sumbawa. Dalam laporan itu, Kades Mata, Sukirman melaporkan salah seorang oknum kadus beserta sejumlah warganya. Karena diduga telah menjual seluruh fasilitas PLTS.

kehilangan

Pengadaan PLTS ini dilakukan pada 2015 lalu. Mengingat, salah satu dusun di Desa Mata, belum tersentuh jaringan listrik, saat itu. Kemudian proyek senilai Rp 2 milyar ini diserahterimakan dari Ditjen Energi Baru Terbarukan ESDM kepada Bupati Sumbawa saat itu, Drs. H. Jamaluddin Malik.

Setelah menjadi aset daerah, PLTS berkekuatan 15 Kilovolt Ampere (KVA) ini dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber penerang di wilayah terpencil tersebut. Karena program listrik PLN sudah menembus wilayah tersebut, PLTS tidak lagi dimanfaatkan. Kemudian, aset ini diduga dijual. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.