DPO, Topan Diburu Jaksa

oleh -150 Dilihat

Kasi Intel Kejari Sumbawa, Anak Agung Putu Juniartana Putra, SH

 

Beritasumbawa.com (9/2/2022)

SUMBAWA- Terpidana kasus penipuan terhadap pengusaha sekaligus pengacara asal Jakarta, Topan Yanuar Syah, masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Kejari Sumbawa. Hal ini dilakukan, karena Topan sudah tiga kali mangkir dari panggilan guna dieksekusi atas kasus tersebut.

Kasi Intel Kejari Sumbawa, Anak Agung Putu Juniartana Putra, SH mengatakan, permohonan DPO Topan sudah diajukan ke Asintel Kejati Sumbawa. Nantinya Kejati akan meneruskan permohonan itu ke Jam Intel Kejaksaan Agung. Pengajuan DPO ini dilakukan, karena Topan mangkir dari panggilan Jaksa. Dimana Topan sudah dipanggil secara patut sebanyak tiga kali. Namun yang bersangkutan tidak mengindahkan panggilan tersebut.

Penetapan DPO ini dilakukan, sebagai bentuk upaya Kejari Sumbawa untuk melaksanakan penetapan hakim Mahkamah Agung, atas perkara yang melibatkan Topan. Dimana dalam putusannya, majelis hakim MA memvonis Topan tiga tahun penjara. Topan dinyatakan bersalah atas penipuan terhadap korban Siti Maylanie Lubis.

Menindaklanjuti pengajuan DPO ini, lanjut Juniartana, pihaknya sudah mengajukan upaya permintaan cegah tangkal atas Topan. Agar yang bersangkutan tidak melarikan diri ke luar negeri. Selain itu, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Polres Sumbawa, untuk melacak keberadaan Trader Forex itu. Apabila ditemukan, maka Topan akan langsung dieksekusi untuk menjalani hukuman di Lapas Sumbawa.

kehilangan

Seperti diberitakan, Topan diduga melakukan penipuan terhadap korban Siti Maylanie Lubis. Yang mana korban merupakan pengusaha sekaligus pengacara. Dimana keduanya awalnya bertemu di sebuah hotel, guna menagih ganti rugi kecelakaan pesawat pada 2018 lalu. Keduanya kemudian menjalin asmara.

Karena itu, Topan meminjam uang dari korban. Guna kepentingan pengembangan bisnis hasil buminya di Sumbawa. Dengan iming-iming keuntungannya akan dibagikan. Selain itu, Topan juga meminta kepada korban untuk dibelikan kendaraan. Alasannya, untuk digunakan melihat potensi bisnis yang ada di Sumbawa. Topan beralasan kepada korban, bahwa kondisi alam Sumbawa masih banyak hutan belantara. karena tidak mengetahui kondisi Sumbawa, korban akhirnya mengiyakan hal tersebut.

Selain itu, korban juga mentransferkan uang secara berkala kepada Topan hingga senilai Rp 22,994 miliar. Setelah ditagih terkait keuntungan bisnis, terdakwa malah berkilah. Hingga 2020, uang korban tidak dikembalikan oleh terdakwa. Karena merasa ditipu, korban akhirnya melaporkan kasus itu ke Polres Sumbawa. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.