PLTS di Desa Mata Diduga Dijual

oleh -25 Dilihat

Kasat Reskrim Polres Sumbawa, Iptu. Ivan Roland Cristofel, S.T.K

 

Beritasumbawa.com (31/1/2022)

SUMBAWA- Sejumlah pembangkit tenaga surya (PLTS) di salah satu dusun di Desa Mata, Kecamatan Tarano, diduga dijual. Adanya dugaan penjualan PLTS yang merupakan aset daerah itu, kemudian dilaporkan ke Polres Sumbawa.

Menurut informasi, dalam laporan itu, Kades Mata, Sukirman melaporkan salah seorang oknum kadus beserta sejumlah warganya. Karena diduga telah menjual seluruh fasilitas PLTS.

Kasat Reskrim Polres Sumbawa, Iptu. Ivan Roland Cristofel, S.T.K, yang dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut. Saat ini, laporannya tengah ditangani oleh Unit Tipikor Reskrim Polres Sumbawa. “Karena barang yang diduga dijual ini merupakan aset daerah, penanganannya diarahkan ke Unit Tipikor,” ujar Ivan, akrab perwira ini disapa, didampingi Kanit Tipikor, Ipda. Sumarlin.

Diungkapkan, pengadaan PLTS ini dilakukan pada 2015 lalu. Mengingat, salah satu dusun di Desa Mata, belum tersentuh jaringan listrik, saat itu. Kemudian proyek senilai Rp 2 milyar ini diserahterimakan dari Ditjen Energi Baru Terbarukan ESDM kepada Bupati Sumbawa saat itu, Drs. H. Jamaluddin Malik.

kehilangan

Setelah menjadi aset daerah, PLTS berkekuatan 15 Kilovolt Ampere (KVA) ini dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber penerang di wilayah terpencil tersebut. Karena program listrik PLN sudah menembus wilayah tersebut, PLTS tidak lagi dimanfaatkan. Kemudian, aset ini diduga dijual.

Saat ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. Sejauh ini, dua orang saksi sudah di panggil untuk dimintai keterangan. Yakni Kades Mata dan Kabid Aset, Setda Sumbawa. Rencananya, sekitar 80 orang saksi akan dipanggil untuk dimintai keterangan. Termasuk oknum kadus dan warga. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.