Topan Yanuarsyah Terancam Dijemput Paksa

oleh -176 Dilihat

Kajari Sumbawa, Dr. Adung Sutranggono

 

Beritasumbawa.com (25/1/2022)

SUMBAWA- Terpidana kasus dugaan penipuan, Topan Yanuarsyah, terancam dijemput paksa untuk dieksekusi oleh Kejari Sumbawa. Menyusul putusan Mahkamah Agung (MA) yang menyetujui atas kasasi kasus tersebut, yang diajukan oleh Kejari Sumbawa.

Kajari Sumbawa, Dr. Adung Sutranggono dalam jumpa persnya mengatakan, pihaknya telah menerima putusan kasasi tersebut melalui Pengadilan Negeri (PN) Sumbawa. Putusan kasasi itu diterima pada 18 Januari lalu. “Sebelumnya JPU mengajukan kasasi ke MA atas terdakwa Topan Yanuarsyah. Kasasi ini dikabulkan oleh MA,” ujar kajari, didampingi Kasi Pidum Kejari Sumbawa, Hendra, SS., SH, Selasa (25/1) pagi.

Kajari mengungkapkan, majelis hakim MA memutuskan bahwa Topan bersalah. Majelis hakim kemudian menjatuhkan vonis tiga tahun penjara terhadap trader forex tersebut. Dalam hal ini, Topan terbukti melakukan penipuan terhadap korban Siti Maylanie Lubis.

Putusan MA ini, lebih ringan dari tuntutan JPU sebelumnya. Dimana pada persidangan di Pengadilan Negeri Sumbawa, JPU menuntut Topan dengan pidana selama empat tahun penjara. Namun, di PN Sumbawa, Topan divonis bebas dari tuntutan. Dimana majelis hakim beranggapan, bahwa ada perbuatan melawan hukum dalam perkara ini. Namun, bukan merupakan tindak pidana. Karena itu, JPU langsung mengajukan kasasi atas perkara tersebut.

kehilangan

Kajari mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan pemanggilan terhadap Topan untuk hadir pada Jumat 27 Januari. Panggilan ini sudah dilayangkan sebanyak dua kali. Jika yang bersangkutan tidak datang, maka akan dipanggil untuk ketiga kalinya.

Diharapkan terpidana bisa kooperatif guna melaksanakan putusan MA. Jika tidak mengindahkan putusan ini, maka akan dilakukan upaya paksa. Terkait sejumlah barang bukti, akan dikembalikan kepada korban Siti Maylanie Lubis.

Seperti diberitakan, Topan diduga melakukan penipuan terhadap korban Siti Maylanie Lubis. Yang mana korban merupakan pengusaha sekaligus pengacara. Dimana keduanya awalnya bertemu di sebuah hotel, guna menagih ganti rugi kecelakaan pesawat pada 2018 lalu. Keduanya kemudian menjalin asmara.

Karena itu, Topan meminjam uang dari korban. Guna kepentingan pengembangan bisnis hasil buminya di Sumbawa. Dengan iming-iming keuntungannya akan dibagikan. Selain itu, Topan juga meminta kepada korban untuk dibelikan kendaraan. Alasannya, untuk digunakan melihat potensi bisnis yang ada di Sumbawa. Topan beralasan kepada korban, bahwa kondisi alam Sumbawa masih banyak hutan belantara. karena tidak mengetahui kondisi Sumbawa, korban akhirnya mengiyakan hal tersebut.

Selain itu, korban juga mentransferkan uang secara berkala kepada Topan hingga senilai Rp 22,994 miliar. Setelah ditagih terkait keuntungan bisnis, terdakwa malah berkilah. Hingga 2020, uang korban tidak dikembalikan oleh terdakwa. Karena merasa ditipu, korban akhirnya melaporkan kasus itu ke Polres Sumbawa. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.