Jelang MXGP, Imigrasi Sumbawa Lakukan Ini… 

oleh -97 Dilihat

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sumbawa, Pungki Handoyo

 

Beritasumbawa.com (17/1/2022)

SUMBAWA- Menghadapi event MXGP tahun ini, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sumbawa, akan memperketat pengawasan orang asing. Salah satu caranya, dengan mewajibkan pihak hotel dan penginapan, untuk melaporkan tamu asingnya melalui Aplikasi Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA).

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sumbawa, Pungki Handoyo mengatakan, dalam pengawasan orang asing menghadapi event MXGP, pihaknya berkoordinasi dengan hotel dan penginapan di Sumbawa. Dalam melakukan pengawasan, pihaknya juga sudah menyiapkan sejumlah strategi. Hal ini guna memudahkan dalam pengawasan.

Pungki, akrab pejabat low profile ini disapa memaparkan, pihaknya sudah menyiapkan aplikasi guna pengawasan, yakni APOA. Dimana pihak hotel dan penginapan melaporkan keberadaan tamu asingnya melalui aplikasi itu. “Semua hotel dan penginapan di Sumbawa wajib mendownload aplikasi tersebut. Nanti, pihak hotel atau penginapan harus melaporkan kepada kami, satu kali 24 jam, mengenai tamu orang asing yang menginap di tempat mereka” ujar Pungki.

Menurut Pungki, pengawasan ini dirasa penting. Sebab, hal ini berkaitan dengan pendataan orang asing yang datang ke Sumbawa. Karena, orang asing yang datang ke Sumbawa pasti akan menginap di hotel ataupun penginapan. Paling tidak pihaknya mengetahui jumlah orang asing yang masuk ke Sumbawa. Timnya juga akan bekerjasama dengan Pemda Sumbawa untuk mendata jumlah hotel dan penginapan di Sumbawa.

kehilangan

Diungkapkan, pihaknya sudah mensosialisasikan APOA ke hotel dan penginapan, jauh-jauh hari. Namun, dengan adanya event MXGP ini, tidak menutup kemungkinan jumlah hotel dan penginapan akan bertambah. Dengan demikian, maka pihaknya akan kembali mensosialisasikan aplikasi ini. Aplikasi tersebut akan kembali disosialisasikan kepada seluruh pemilik hotel dan penginapan pada Februari mendatang. “Karena bagi hotel atau penginapan yang tidak melaporkan tamu asingnya, maka akan dikenakan sanksi,” imbuhnya.

Kasi Inteldakim Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sumbawa, Yusa Setia Budi menambahkan, memang tidak semua hotel atau penginapan dapat menggunakan aplikasi ini. Karena, ada juga hotel atau penginapan yang lokasinya tidak terjangkau jaringan internet. “Ada beberapa pihak hotel dan penginapan yang mengeluhkan itu. Karena di lokasi mereka tidak memiliki jaringan internet. Sementara laporan ini sangat penting. Karena jika tidak dilaporkan, maka ada konsekuensinya,” terang Yusa.

Karena itu, pihaknya memberikan kemudahan bagi pihak hotel atau penginapan tersebut. Dimana pelaporan tamu asing mereka bisa dilakukan secara manual. Nantinya, data tersebut akan dimasukan langsung oleh petugas imigrasi ke dalam sistem. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.