Bendungan Bintang Bano Siap Diresmikan

oleh -25 Dilihat

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono saat meninjau Bendungan Bintang Bano di KSB

 

Beritasumbawa.com (12/1/2022)

SUMBAWA BARAT- Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (12/1). Hal ini dilakukan guna meninjau kesiapan peresmian Bendungan Bintang Bano sebagai bendungan multifungsi di Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Dalam kunjungannya, Basuki mengatakan, Bendungan Bintang Bano akan menjadi bendungan ketiga yang diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Setelah Bendungan Tanju pada tahun 2018 dan Bendungan Mila pada tahun 2019. “Bendungan ini juga yang terbesar kapasitas tampungnya di NTB dengan volume 76 juta meter kubik,” kata Basuki.

Dikatakan Basuki, total terdapat enam bendungan di NTB yang dibangun pada masa Pemerintahan Presiden Jokowi. “Selanjutnya saat ini tengah dilakukan pembangunan Bendungan Beringin Sila, kemudian Tiu Suntuk dan Meninting,” ujarnya.

Menurutnya, enam bendungan tersebut merupakan bagian dari 61 bendungan yang dibangun di seluruh Indonesia. Sesuai dengan visi misi Presiden Jokowi untuk ketahanan pangan. Dimana kunci utamanya adalah air, disamping lahan, benih, pupuk, dan petani.

kehilangan

“Bendungan multifungsi Ini manfaatnya untuk irigasi lahan pertanian seluas 6.700 hektar. Diimana ada 4.200 hektar yang tadinya tadah hujan benar-benar belum diolah dengan baik. Diharapkan dengan adanya bendungan ini akan bisa ditanami padi dua kali dalam setahun,” jelas Basuki.

Selanjutnya ditambahkan Basuki, Bendungan Bintang Bano yang dibangun dengan total anggaran Rp1,44 triliun dilaksanakan oleh kontraktor PT Brantas Abipraya – PT Hutama Karya – PT Bahagia Bangun Nusa (KSO) juga difungsikan untuk pengendalian banjir di Kabupaten Sumbawa Barat.

“Berdasarkan laporan dari Pak Bupati Sumbawa Barat dan Wakil Bupati, saat terjadi hujan besar di daerah Taliwang, Sumbawa Barat sudah tidak banjir lagi. Apalagi nanti kalau Bendungan Tiu Suntuk selesai juga akan menambah untuk pengendalian banjir,” tuturnya.

Selain itu, bendungan ini juga difungsikan untuk pemenuhan kebutuhan air baku untuk tujuh kecamatan di Sumbawa Barat. Dengan kapasitas 500 liter perdetik. “Juga terdapat potensi penghasil listrik dari tenaga air sebesar 6,6 MW, dan juga belum nanti ditambah panel surya terapung (floating panel). Terakhir sudah pasti potensi pariwisata. Untuk itu insya Allah peresmiannya dengan menaiki perahu dayung,” jelasnya.

Dalam tinjauan tersebut, Basuki juga berpesan untuk terus dilakukan penghijauan di seluruh bagian bendungan. Sebagai upaya konservasi lingkungan. “Termasuk bagian tebing yang dibeton juga ditanami tanaman merambat agar rindang,” pesannya.

Terakhir Menteri Basuki mengungkapkan, pada tahun ini ditargetkan akan terdapat sembilan bendungan yang akan diresmikan. Termasuk salah satunya Bendungan Beringin Sila di Kabupaten Sumbawa berkapasitas 27 juta meter kubik. “Sesuai rencana kontrak akan selesai pada tahun 2022 dengan progres saat ini 70 persen,” terangnya.

Turut hadir dalam tinjauan tersebut Bupati Sumbawa Barat H. W Musyafirin dan Wakil Bupati Sumbawa Barat Fud Syaifuddin. Kemudian Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Jarot Widyoko, Staf Ahli Menteri PUPR bidang Teknologi, Industri & Lingkungan Endra S. Atmawidjaja, Direktur Bendungan dan Danau Ditjen SDA Kementerian PUPR Airlangga Mardjono, dan Kepala BWS Nusa Tenggara I Hendra Ahyadi. (bs/sf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.