Petani Mengeluh, Jatah Pupuk Diduga Dikurangi

oleh -79 Dilihat

Petani saat memupuk tanamannya

Beritasumbawa.com (10/1/2022)
SUMBAWA- Sejumlah petani di wilayah Kota Sumbawa mengeluh terkait pupuk bersubsidi. Dalam hal ini, jatah pupuk yang diterima petani untuk sekali musim tanam diduga berkurang.
Menurut informasi di lapangan, kekurangan jatah pupuk ini dialami sejumlah kelompok tani. Menurut salah seorang ketua kelompok tani di Kota Sumbawa, pihaknya telah mengajukan kuota kebutuhan pupuk bersubsidi. Namun, yang terealisasi hanya 71 persen dari yang diajukan. “Jumlah 71 persen ini menurut informasi yang kami terima, untuk sekali musim tanam,” ujar ketua kelompok tani itu.
Namun, pihaknya hanya diberikan pupuk sebanyak 71 persen dari kuota yang diajukan untuk setahun. Tentunya hal ini membuat pihaknya bingung. Akhirnya, salah satu ketua kelompok tani mempertanyakan hal itu ke salah seorang pejabat di Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa. Pejabat itu kemudian meminta oknum pengecer itu untuk memberikan pupuk bagi petani, sesuai dengan ketentuan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Ni Wayan Rusmawati

Terkait hal itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Ni Wayan Rusmawati terkejut mengenai informasi tersebut. Menurutnya, pihak Dinas akan menyampaikan persoalan ini langsung ke pengecer. Rusmawati mengatakan, bahwa 71 persen pupuk itu untuk satu musim tanam. Dicontohkan, jika kelompok tani A membutuhkan pupuk urea sebanyak 300 kilogram, maka hanya 71 persen dari jumlah tersebut yang bisa ditebus. Jumlah itu untuk satu musim tanam. “Yang 71 persen itu bukan untuk setahun. Untuk permusim tanam,” tegasnya, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (10/1) pagi.
Apabila ada oknum pengecer yang “bermain”, diminta untuk dilaporkan ke Dinas Pertanian atau Dinas Koperasi UKM Indag Sumbawa. Apabila ada oknum pengecer yang tertangkap tangan menyelewengkan pupuk, maka pihaknya akan turun langsung ke lapangan. Apabila terbukti, maka akan langsung di berikan sanksi.
” Berkaitan dengan hukum, jika terbukti, maka akan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku,” pungkasnya. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.