Tiga WNA Dideportasi Tahun Ini

oleh -23 Dilihat

Salah seorang WNA saat diantarkan ke bandara untuk dideportasi kembali ke negaranya

 

Beritasumbawa.com (29/12/2021)

SUMBAWA- Sejumlah warga negara asing (WNA) dari berbagai negara, dideportasi oleh pihak Imigrasi Sumbawa, tahun ini. Para WNA tersebut dideportasi, karena rata-rata melanggar izin tinggalnya di Sumbawa.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sumbawa, Pungki Handoyo mengatakan, dalam tahun ini sedikitnya tiga WNA yang dideportasi. Yakni Fekri Ali Alsaghmhi dari Yaman. Fekri dideportasi kembali ke negaranya pada 1 Februari lalu. Kemudian Saoirse Peggy Lynam, warga Irlandia. Wanita ini dideportasi pada 28 Juni lalu. Terakhir Sarina, warga Malaysia. Yang bersangkutan dideportasi pada 4 Agustus lalu. “Para WNA ini dideportasi karena melanggar izin tinggal,” ujar Pungki, didampingi Kasi Inteldakim, Yusa Setia Budi, Rabu (29/12) pagi.

Menurut Pungki, jumlah WNA yang dideportasi tahun ini sama dengan tahun 2020 lalu. Dimana tahun sebelumnya, pihaknya juga mendeportasi tiga WNA, karena melanggar Izin Tinggal Keimigrasian.

Lebih lanjut Pungki mengatakan, dalam pengawasan WNA, tahun ini pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan instansi terkait. Pihaknya juga turun ke lapangan untuk melakukan pengawasan dengan intensif. Dalam pengawasan, pihaknya juga berkoordinasi dengan Timpora serta pihak kecamatan dan desa. “Karena pihak desa yang langsung berbaur dengan masyarakat. Jadi, informasi mengenai keberadaan Orang Asing menjadi lebih akurat,” terangnya.

kehilangan

Selain itu, pihaknya melakukan pengecekan terhadap WNA dengan Kitas yang diterbitkan oleh Kantor Imigrasi yg lain. Hal ini dilakukan untuk memastikan kebenaran aktivitas yang mereka lakukan di Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat. Kebanyakan, WNA ini bekerja di berbagai perusahaan. Ada juga yang izinnya mengikuti keluarga di Sumbawa. Karena ada WNA yang menikah dengan warga Sumbawa.

Pungki mengungkapkan, WNA yang mengikuti keluarga ke Sumbawa, ada yang ditemukan bekerja. Hal itu diperbolehkan, selama yang bersangkutan tidak bekerja di suatu perusahaan atau lembaga yang berbadan hukum. Contohnya, di KSB ada WNA yang ikut istrinya ke Sumbawa dan berjualan parfum. Dimana yang bersangkutan menggunakan Izin Tinggal Sementara sampai saat ini, dengan istrinya sebagai sponsor.

Pungki menerangkan, untuk 2022 mendatang, pengawasan yang dilakukan hampir sama dengan tahun sebelumnya. Hanya saja, pihaknya akan lebih meningkatkan koordinasi langsung dengan instansi terkait (Timpora), pihak kecamatan dan juga desa. Agar pengawasan bisa dilakukan lebih maksimal. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.