Kasus Puskesmas Ropang Naik Kepenyidikan

oleh -23 Dilihat

Kasat Reskrim Polres Sumbawa, Iptu. Ivan Roland Cristofel, S.T.K

 

Beritasumbawa.com (6/11/2021)

SUMBAWA- Penanganan kasus dugaan penyimpangan pembangunan Puskesmas Ropang, terus berlanjut. Saat ini, penyidik Polres Sumbawa telah meningkatkan status kasus tersebut dari penyelidikan ke penyidikan.

Menurut informasi, Puskesmas Ropang ini dibangun pada 2019 lalu. Dengan nilai pembangunan secara keseluruhan Rp 6,4 miliar. Kemudian, direktur perusahaan pemenang tender, menguasakan perusahaannya pada pihak lain.

Dalam pekerjaannya, terjadi beberapa kali keterlambatan. PPK proyek itu juga sudah melayangkan teguran kepada kontraktor sebanyak dua kali.

Ternyata, proyek ini diduga disubkontraktorkan oleh kuasa direktur. Untuk pekerjaan alumunium, kaca, plafond dan ACP. Dengan nilai sebesar Rp 1,9 miliar. Setelah barang-barang itu terpasang, kuasa direktur diduga tidak membayar sepenuhnya barang tersebut.

kehilangan

Karena itu, sebagian barang yang sudah terpasang itu, diambil kembali. Akibatnya, volume pembangunan menjadi jauh berkurang. Sebelumnya, volume bangunan sebesar 65 persen pada Desember 2019 lalu. Setelah sejumlah barang tersebut dicabut, volume bangunan menjadi sekitar 53 persen.

Dalam hal ini, negara sudah membayarkan pembangunan puskesmas itu sebesar 65 persen dari keseluruhan nilai kontrak. Dengan adanya penyusutan volume ini, negara menjadi dirugikan.

BPK juga sudah bersurat ke Dinas Kesehatan dan Inspektorat Sumbawa, terkait persoalan ini. Dimana BPK meminta agar kerugian negara itu dikembalikan oleh pelaksana. Adapun jumlah yang harus dikembalikan sebesar Rp 1,861 miliar. Namun, pelaksana hanya mengembalikan sebesar Rp 50 juta saja.

Kasat Reskrim Polres Sumbawa, Iptu. Ivan Roland Cristofel, S.T.K, yang dikonfirmasi membenarkan adanya peningkatan status kasus tersebut. Setelah itu, pihaknya akan kembali melakukan pemanggilan kembali terhadap semua saksi. “Nanti kami akan menetapkan tersangka. Setelah naik penyidikan, semua saksi akan diperiksa kembali. Dokumen yang dibutuhkan juga sudah kami dapatkan. Sekalian nanti perhitungan kerugian negaranya,” ujar Ivan, akrab perwira ini disapa.

Diungkapkan, untuk sementara hasil perhitungan kerugian negaranya lebih dari satu miliar rupiah. Pemeriksaan saksi kembali dilakukan guna melengkapi berkas. Setelah itu, barulah dilakukan ekspose dan penetapan tersangka.

Menurutnya, adapun dugaan penyimpangan dalam kasus ini adalah bangunan yang tidak selesai dikerjakan sesuai waktu yang ditentukan. Padahal sudah dilakukan pembayaran. Kemudian, saat BPK melakukan kroscek, ada temuan. Setelah itu, pihaknya melakukan penyelidikan dan ditemukan ada dugaan penyimpangan dalam proyek itu. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.