Pembunuhan Pemilik Angkringan di Lunyuk, Direkonstruksi

oleh -23 Dilihat

Rekonstruksi kasus penganiayaan yang mengakibatkan tewasnya Muchtar alias H. Abu, di Mapolres Sumbawa

 

Beritasumbawa.com (5/11/2021)

SUMBAWA- Kasus penganiayaan hingga menyebabkan tewasnya Muchtar alias H. Abu, direkonstruksi. Rekonstruksi ini dilakukan, sebagai salah satu tahapan proses hukum kasus tersebut.

Rekonstruksi ini dilakukan di halaman Mapolres Sumbawa, Jumat (5/11) pagi. Rekonstruksi dilakukan, dengan menghadirkan tersangka dalam kasus ini, berinisial Ft. Selain itu, sejumlah saksi juga ikut dihadirkan. Rekonstruksi juga disaksikan langsung oleh Kasat Reskrim Polres Sumbawa, Iptu. Ivan Roland Cristofel, S.T.K dan Kasi Pidum Kejari Sumbawa, Hendra, SS., SH.

Ditemui seusai kegiatan, Kasat Reskrim Polres Sumbawa, Iptu. Ivan Roland Cristofel, S.T.K mengatakan, rekonstruksi ini merupakan salah satu tahapan dalam penanganan kasus tersebut. Untuk meyakinkan pihak Jaksa penuntut umum (JPU) bahwa peristiwa tersebut benar dilakukan oleh pelaku. “Tahapan demi tahapan sudah dilakukan. Juga sudah disaksikan langsung oleh Kasi Pidum. Sehingga jelas tindakan itu dilakukan oleh pelaku,” ujar Ivan, akrab perwira muda ini disapa.

Ivan mengungkapkan, pihaknya sudah mengirimkan berkas kasus tersebut ke Kejari Sumbawa. Nantinya, berkas itu akan diteliti terlebih dahulu oleh JPU. Jika masih ada kekurangan, nantinya JPU akan memberikan petunjuk untuk dilengkapi oleh penyidik. “Mudah-mudahan segera P-21,” imbuhnya.

kehilangan

Seperti diberitakan, naas menimpa Muchtar alias H. Abu. Pria berusia 55 tahun ini tewas dengan sejumlah luka tebas di sekujur tubuhnya. Hal ini terjadi setelah pemilik angkringan di Dusun Nusa Bakti, Desa Lunyuk Ode, Kecamatan Lunyuk ini melerai pengunjung yang datang ke lapaknya.

Kasus ini terjadi, Jumat (8/10) malam lalu. Berawal saat terduga pelaku berinisial Ft (25), bersama sejumlah rekannya datang untuk nongkrong di angkringan korban. Di lokasi tersebut, Ft bertemu dengan salah seorang warga lainnya. Diduga ada persoalan lama antara Ft dengan salah seorang warga ini. Akhirnya keributan antara Ft dan warga tersebut terjadi.

Melihat keributan ini, korban berinisiatif untuk melerai keduanya. Karena dilerai, Ft semakin marah dan meninggalkan lokasi. Tidak lama, Ft kembali datang ke lokasi sambil membawa parang. Ft kembali membuat keributan dengan salah seorang warga tadi.

Korban lalu mencoba melerai hal itu. Namun sayang, korban malah menjadi sasaran amukan Ft. Korban diserang menggunakan parang yang dibawa Ft. Akibatnya, korban menderita luka di bagian tangan dan leher. Bahkan telapak tangan kiri korban putus.

Setelah kejadian ini, Ft langsung kabur meninggalkan lokasi. Sementara korban langsung dilarikan ke Puskesmas Lunyuk. Meski mendapatkan penanganan medis, nyawa korban tidak bisa diselamatkan. Korban akhirnya meninggal dunia di Puskesmas.

Setelah sekitar dua jam polisi melakukan pencarian, Ft akhirnya berhasil ditemukan. Ft diamankan di Jalan Lintas Lunyuk- Sumbawa. Tepatnya di tanjakan yang berdekatan dengan Puskesmas Lunyuk. Ft diamankan tanpa perlawanan. Akhirnya, Ft dievakuasi ke Polres Sumbawa, untuk proses selanjutnya. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.