Asparnas Pertajam Upaya Pemajuan Wisata Daerah

oleh -27 Dilihat

Diskusi yang dilakukan Asparnas bersama pejabat Bappeda dan palar wisata Kabupaten Sumbawa

 

Beritasumbawa.com (5/11/2021)

SUMBAWA- Asosiasi Pariwisata Nasional (Asparnas) Kabupaten Sumbawa, menggelar diskusi dengan pelaku wisata dan Bappeda Sumbawa. Hal ini dilakukan, guna mempertajam upaya pemajuan pariwisata di Kabupaten Sumbawa.

Diskusi itu dilaksanakan di Samawa Transit Hotel, Kamis (4/11) malam. Kegiatan itu dihadiri oleh Kabid Perekonomian dan SDA Bappeda Sumbawa, Iwan Setiawan, SP., MSi, Kabid Perencanaan, pengendalian, dan evaluasi pembangunan Bappeda Aminuddin ST MT, Kasubid Pembangunan Inovasi dan Teknologi, Saddad, ST., M.Ak, Manager Samawa Transit Hotel, Ruri, Rektor IISBUD Sarea, Dr. Ahmad Yamin, SH., MH, Ketua Asparnas Sumbawa M.Taufik, Sekretaris Asparnas Kabupaten Sumbawa, Nasruddin, anggota Asparnas, H. Ahmad Diraji, S.Kep, dr. Nuzul, D.I. Prasetyo, Koordinator Litbang Asparnas Abdul Ma’ruf Rahmat, dan jajaran pengurus asparnas DPC Kabupaten Sumbawa lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor IISBUD Sarea, Dr. Ahmad Yamin memberikan pandangannya. Dikatakan, sejumlah desa wisata yang telah ditetapkan pemerintah daerah perlu ditata secara serius. Dalam hal ini, ada sekitar 35 desa wisata yang telah ditetapkan oleh Pemda Sumbawa. Termasuk yang ditetapkan Pemerintah Provinsi NTB.

Sehingga perlu difikirkan secara logis, bagaimana kemampuan pemda mendorong semuanya. Dalam hal ini, perlu dilakukan penataan terhadap semua desa wisata secara bertahap. “Setidaknya ada lima desa wisata yang bisa digarap secara serius pertahunnya. Maka kita akan melihat dan meraskan dampaknya bagi peningkatan pendapatan desa dan daerah,” ujar Young, akrabnya disapa.

kehilangan

Kabid Perekonomian dan SDA Bappeda Sumbawa, Iwan Setiawan juga memberikan apresiasi atas upaya dari Asparnas. Sebagai ikhtiar menggeliatkan pariwisata di Daerah.

Pemerintah daerah sudah memiliki perangkat yang membidangi pariwisata. Hanya saja, apakah sumber daya yang ada bisa mengoptimalkan tugas dan fungsinya. Dalam membangun pariwisata dibutuhkan evaluasi dan monitoring.

“Apakah aparatur yang ada memahami tupoksinya? Ini kita perlu masukan dari eksternal. Ini penting bagi kita agar pembangunan pariwisata bisa fokus dan berlari kencang,” terangnya.

Litbang Asparnas Sumbawa, Abdul Ma’ruf Rahmat menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah telah menetapkan Peraturan Daerah (PERDA) Nomor 6 Tahun 2018. Tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten Sumbawa 2018-2027. Demikian pula telah ada beberapa Perda yang menopang Rencana Induk tersebut seperti Perda Nomor 7 Tahun 2017, tentang penyelenggaraan usaha pariwisata daerah. Bahkan dalam perda tersebut diatur juga badan promosi pariwisata daerah.

Sementara itu, Manager Transit Samawa Hotel, Ruri mengatakan, bahwa penataan wisata ini perlu dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan.

“Kita boleh membangun destinasi wisata, satu dua tiga dan seterusnya. Namun penting juga memikirkan keberlanjutan atau maintenance dari setiap desa wisata. Ini penting,” terangnya.

Menurutnya, untuk membangun pariwisata, sinergitas antara hulu dan hilir harus terbangun. Dimana petugas mengelola, mempromosikan dan memasarkan wisata, adalah satu kesatuan yang utuh untuk majunya wisata.

Ruri menyebutkan bahwa pariwisata Sumbawa tertinggal dengan daerah seberang. Sehingga dibutuhkan percepatan. “Saya lihat objek wisata berkembang, tidak saja alam. Tapi ada juga kesenian, spot buatan, budaya minat khusus dan komponen wisata lainnya juga jalan.

Dalam pertemuan itu disimpulkan, bahwa untuk pemajuan wisata daerah dibutuhkan langkah awal yang fokus pada pengembangan desa wisata yang sudah ada. Pengembangan ini secara bertahap dilakukan. Nantinya juga akan dilakukan pendampingan oleh Asparnas Sumbawa bersama para pakar wisata lainnya. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.