Sri Wahyuni Dituntut Delapan Bulan Penjara

oleh -23 Dilihat

Kasi Pidum Kejari Sumbawa, Hendra, SS., SH

 

Beritasumbawa.com (25/10/2021)

SUMBAWA- Sidang kasus oknum anggota DPRD Sumbawa, Sri Wahyuni dan mantan suami sirinya, Muhammad Malik, memasuki tahapan penuntutan. Dalam hal ini, Sri Wahyuni dan Muhammad Malik dituntut delapan bulan penjara.

Kasi Pidum Kejari Sumbawa, Hendra, SS., SH, yang dikonfirmasi mengatakan, sidang tersebut dilaksanakan Senin (25/10) siang. Dalam sidang tersebut, jaksa penuntut umum (JPU) kasus tersebut menuntut kedua terdakwa dengan penjara selama delapan bulan. Dengan masa percobaan 10 bulan.

Sidang akan kembali dilanjutkan pekan depan. Dengan agenda pembelaan dari kedua terdakwa.

Seperti diberitakan, satu lagi oknum anggota DPRD Sumbawa, tersangkut persoalan hukum. Pasalnya, oknum bernama Sri Wahyuni itu dilaporkan melakukan nikah liar dengan seorang pria beristri. Setelah dilaporkan ke polisi, kasus tersebut kini telah dilimpahkan ke Kejari Sumbawa.

kehilangan

Kasus ini berawal ketika perkenalan Sri Wahyuni dengan seorang pria bernama Muhammad Malik, pada 2015 lalu. Saat itu Muhammad Malik dipekerjakan sebagai sopir pribadi Sri Wahyuni. Untuk mempersiapkan pencalonannya sebagai anggota legislatif pada 2019.

Sri Wahyuni mempekerjakan Muhammad Malik sebagai sopir pribadinya. Karena Sri Wahyuni tidak bisa menyetir mobil. Untuk memudahkan Sri Wahyuni melakukan sosialisasi. Dari situlah diduga awal hubungan mereka. Kemudian, Sri Wahyuni bercerai dengan suaminya yang saat itu menjabat sebagai anggota DPRD Sumbawa. Sri Wahyuni dan Muhammad Malik kemudian menikah siri pada pada 2020.

Adanya pernikahan ini diketahui oleh istri Muhammad Malik, Ratna Sari. Karena tidak terima, Ratna Sari lalu melaporkan hal ini ke Polda NTB. Adapun delik laporannya adalah nikah liar. Atas kasus ini, Sri Wahyuni dan Muhammad Malik dijerat dengan pasal 279 KUHP, tentang nikah liar. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.