Covid Nyaris Nol, Status PPKM Naik Level

oleh -24 Dilihat

Beritasumbawa.com (23/10/2021)

SUMBAWA- Laju kasus Covid-19 Kabupaten Sumbawa terus menunjukkan penurunan. Bahkan, hingga Sabtu (23/10) kasus positif covid mendekati nol. Meski demikian, status PPKM di Kabupaten naik level.

Plt. Sekretaris Diskominfotik dan Persandian Kabupaten Sumbawa, Jufri, S.SI., MM, mengatakan, berdasarkan basis data Covid-19 Kabupaten Sumbawa, semua indikator kesehatan masyarakat semakin baik. Baik dari indikator epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat, maupun pelayanan kesehatan. Semuanya mengonfirmasi pergerakan tendensi data terpantau dengan postur semakin baik.

Dipaparkan, berdasarkan data pada sampai dengan 23 Oktober ini, jumlah kasus konfirmasi (positif Covid-19) adalah sebesar 40 kasus dengan rata-rata angka harian 1,7 kasus. Angka tersebut jauh berkontraksi, jika dibanding dengan data kasus pada bulan September lalu. Yang sebelumnya mencapai 122 kasus dengan rata-rata angka kasus harian mencapai empat kasus.

Catatan kematian kasus Covid-19 dalam satu bulan terakhir berada pada angka paling rendah dengan nol kasus. Penambahan kasus dalam dua minggu terakhir tercatat sebesar tiga kasus. Jumlah ini jauh merosot dibanding dengan periode sebelumnya.

Neraca harian kasus konfirmasi dalam dua minggu terakhir berada pada tendensi sentral. Dengan modus nol kasus. Kasus positif pertanggal 23 Oktober, tercatat sebesar lima kasus. Dimana dua diantaranya merupakan kasus yang status perawatannya berada di luar daerah. Sehingga jumlah kasus dengan wilayah tempat perawatan berada di Kabupaten Sumbawa tersisa tiga kasus. Berdasarkan tempat perawatan tiga kasus aktif ini, satu orang melakukan isolasi mandiri dan dya orang sedang dirawat di rumah sakit. Masing-masing di RSUD Sumbawa dan RSMA.

Memperhatikan perkembangan kasus konfirmasi Covid-19 tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumbawa tetap melakukan pemantauan aktivitas masyarakat. Untuk secara bersama-sama konsisten menjalankan protokol Kesehatan sebagai tatanan normal baru. Sinergitas semua pihak menjadi kunci utama dalam menekan angka konfirmasi Covid-19. Karena mata rantai infeksi kasus ini dipengaruhi oleh prilaku dan pola interaksi baik komunal maupun individu. Untuk itu, pemerintah tetap menekankan kedisiplinan menerapkan 5 M.

kehilangan

Disisi lain, pemerintah daerah juga terus melakukan upaya percepatan vaksinasi. Apalagi tingkat capaian vaksinasi berdasarkan regulasi terakhir dari Kementerian Kesehatan menjadi indikator dalam penentuan level PPKM kabupaten/kota. Penetapan level wilayah berdasarkan Indikator Penyesuaian Upaya Kesehatan Masyarakat dan Pembatasan Sosial dalam Penanggulangan Pandemi COVID-19 yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan. Ditambahkan dengan indikator capaian total vaksinasi dosis satu. Dimana level PPKM kabupaten/kota dinaikkan satu level apabila capaian total vaksinasi dosis satu kurang dari 40 persen.

Tingkat capaian vaksinasi Kabupaten Sumbawa berada pada kisaran 33 persen untuk dosis satu dan 17 persen untuk dosis dua. Sehingga yang sebelumnya Kabupaten Sumbawa berada pada PPKM level 2 dinaikkan menjadi PPKM level 3.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan masyarakat secara bersama tentu sangat berkepentingan untuk terus menurunkan level PPKM ini. Mengingat hal tersebut menjadi indikator tingkat cakupan aktivitas yang diperbolehkan. Sehingga perubahan level PPKM pada level yang lebih tinggi tentu semakin mempersempit cakupan aktivitas masyarakat.

Satgas Penanganan COVID-19 secara berjenjang menegaskan masyarakat, bahwa fungsi vaksin COVID-19 untuk mencegah penularan. Ataupun untuk mencegah seseorang yang sudah tertular agar tidak mengalami gejala yang buruk akibat terinfeksi virus. Upaya terbaik menghindari penularan COVID-19 adalah dengan disiplin protokol kesehatan dan melakukan kegiatan vaksinasi. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.