Takut Pulang, Nginap Bareng Pacar, ABG ini Diduga Disetubuhi

oleh -28 Dilihat

Beritasumbawa.com (19/10/2021)

SUMBAWA- Seorang gadis berusia 15 tahun, menjadi korban dugaan persetubuhan. Hal ini terjadi, saat abg tersebut nginap bareng pacarnya, karena takut pulang ke rumah.
Menurut informasi, kasus dugaan persetubuhan ini berawal saat korban, sebut saja Bunga (bukan nama sebenarnya, red) berkenalan dengan Dd.  Saat berkenalan, keduanya kemudian berpacaran. Keduanya dikenalkan oleh teman mereka. Keduanya bertemu pada Sabtu 2 Oktober sekitar pukul 07.00 Wita. Dd menjemput korban di depan SMAN 1Alas. Keduanya kemudian pergi ke Dermaga Labuhan Alas. Di lokasi itu mereka duduk di bagang hingga pukul 11.00 Wita.
Kemudian korban diantar pulang oleh Dd. Selanjutnya mereka janjian untuk malam mingguan. Dd menjemput korban sekitar pukul 19.30 Wita, di lapangan bola Desa Mapin, Kecamatan Alas Barat. Keduanya kemudian berjalan-jalan hingga Taman Alas. Di lokasi itu mereka nongkrong hingga pukul 23.00 Wita. Dd lalu mengantar Dd kembali ke Lapangan Bola Desa Mapin.
Kemudian, korban bertemu dengan tetangganya berinisial Rm. Korban kemudian di tegur oleh Rm karena pulang malam. Rm mengingatkan korban, jika pulang malam akan dipukul oleh kakeknya. Karena takut, korban menelpon Dd dan minta dijemput. Dd kembali menjemput korban sekitar pukul 24.00 Wita. Dd datang bersama temannya berinisial Rs.
Dengan berboncengan, Dd mengajak korban ke rumah Rs di Desa Setowe Brang, Kecamatan Utan. Mereka tiba pada Minggu 3 Oktober sekitar pukul 01.00 Wita. Dd kemudian mengajak korban ke dalam kamar di samping rumah Rs. Di lokasi itu dugaan persetubuhan tersebut terjadi.
Setelah kejadian itu, Dd beserta korban dan sejumlah rekannya tidur di lokasi tersebut. Dd lalu meminta salah seorang rekannya berinisial Ik untuk mengantarkan mereka ke rumah rekannya yg lain berinisial To di desa setempat. Saat hendak kembali bersetubuh, ternyata korban datang bulan. Akhirnya, niat itu diurungkan.
Sekitar pukul 15.00 Wita, teman korban menghubunginya untuk menyewa kamera. Mereka janjian bertemu di Taman Utan. Ternyata, saat Dd mengantar korban ke Taman Utan, teman korban tidak ada di lokasi. Di lokasi itu, ayah dan paman korban sudah menunggu. Akhirnya, orang tua korban melaporkan hal ini ke polisi.
Kasat Reskrim Polres Sumbawa, Iptu. Ivan Roland Cristofel, S.T.K, yang dikonfirmasi melalui Kanit PPA, Aipda. Arifin Setioko, S.Sos, membenarkan adanya laporan tersebut.
Hingga saat ini, kasusnya masih ditangani Unit PPA Polres Sumbawa. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.