Gahtan Resmi Kasasi, JPU Susun Kontra Memori Kasasi

oleh -35 Dilihat

Kasi Pidum Kejari Sumbawa, Hendra, SS., SH

 

Beritasumbawa.com (18/10/2021)

SUMBAWA- Oknum anggota DPRD Sumbawa, Gahtan Hanu Cakita, resmi mengajukan kasasi, atas kasus yang menjerat dirinya. Menanggapi upaya hukum tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Sumbawa, kini tengah menyiapkan kontra memori kasasi.

Kasi Pidum Kejari Sumbawa, Hendra, SS., SH, yang dikonfirmasi mengatakan, pihaknya telah resmi terima salinan memori kasasi terkait kasus dugaan penghinaan oleh oknum anggota DPRD Sumbawa, Gahtan Hanu Cakita. Salinan kasasi itu diterima oleh pihak Kejari Sumbawa, Senin (18/10) pagi, dari Pengadilan Negeri Sumbawa. “Pagi ini kami resmi menerima salinan dari kasasi terdakwa Gahtan. Salinannya resmi dikirimkan oleh PN Sumbawa,”

Atas hal tersebut, pihaknya akan mempelajari memori kasasi tersebut. Dalam rangka menyusun kontra memori kasasi. Dimana kontra memori kasasi itu akan dilayangkan secepatnya. Karena sesuai undang-undang, pihaknya memiliki waktu 14 hari, untuk mengirimkan kontra memori kasasi, setelah resmi menerima salinan memori kasasi. “Tapi tidak harus menunggu 14 hari, kami akan segera menyerahkan kontra memori kasasi,” imbuhnya.

Seperti diberitakan, seorang oknum anggota DPRD Sumbawa, Gahtan Hanu Cakita dilaporkan oleh calon Wakil Bupati Sumbawa, Sudirman, ke polisi. Hal ini karena adanya postingan melalui akun facebook oknum anggota dewan tersebut, yang diduga menghina. Dalam postingan itu, Gahtan diduga mendiskreditkan calon wakil bupati dari paket Bersinar itu.

kehilangan

Dalam kasus ini, penyidik Polres Sumbawa telah menetapkan tersangka berinisial Gahtan. Tersangka dijerat dengan pasal 27 ayat 3 atau pasal 45 ayat 3 undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang ITE.

Dalam persidangan di PN Sumbawa, majelis hakim menyatakan Gahtan terbukti bersalah. Hakim kemudian mengajukan vonis selama tiga bulan penjara. Selain itu, Gahtan juga diharuskan membayar denda sebesar Rp 500 juta, subsidair satu bulan kurungan.

Atas putusan tersebut, JPU dan Gahtan sama-sama mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Mataram. Dalam hal ini, vonis Pengadilan Tinggi menguatkan putusan dari PN Sumbawa. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.