Festival Film Sumbawa Ketiga Dimulai

oleh -16 Dilihat

Sosialisasi Festival Film Sumbawa ketiga yang dilaksanakan di Aula SMKN 1 Sumbawa

 

Beritasumbawa.com (9/10/2021)

SUMBAWA- Yayasan Masyarakat Film Sumbawa, kembali menggelar Festival Film Sumbawa. Festival ini digelar, guna mengangkat dan mempromosikan potensi yang ada di Kabupaten Sumbawa.

Manager Program Festival Film Sumbawa, Yuli Andari Merdikaningtyas mengatakan, kegiatan ini dimulai dengan sosialisasi. Tahun ini, Festival Film Sumbawa mengangkat tema tentang perempuan, alam dan ketahanan budaya. “Karena sempat terhalang PPKM, sosialisasi tatap muka baru bisa dilakukan. Sosialisasi tatap muka ini dilakukan karena lebih efektif. Sebelumnya dilakukan sosialisasi secara daring. Namun dirasa kurang efektif,” ujar Andari, akrabnya disapa.

Dalam kegiatan sosialisasi ini, pihaknya mengundang tiga unsur. Yakni awak media, siswa dan komunitas anak muda. Karena para pihak ini dirasa bisa kembali menyosialisasikan terkait kegiatan ini.

Lulusan Collegium Civitas, Warsawa, Polandia ini menjelaskan, untuk kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan sehari. Namun, rangkaian festival filmnya akan berlangsung sejak tanggal 9 Oktober hingga 28 November. Dimana akan dilakukan workshop dan pemutaran film, sesuai dengan tema yang diusung. Kemudian akan dilakukan festival film pelajar. Sementara penganugerahan pemenang akan dilaksanakan pada 28 November mendatang.

kehilangan

Dijelaskan, Festival Film Sumbawa Ketiga ini bertujuan untuk mengangkat dan mempromosikan Kabupaten Sumbawa secara keseluruhan. Dalam hal ini, pihaknya ingin mengangkat semua potensi yang ada. “Film ini adalah media diplomasi. Salah satu cara untuk mendiplomasikannya adalah dengan dilakukan festival. Dengan festival ini, masyarakat akan dipertontonkan film-film kepada masyarakat. Harapannya, bukan hanya ditonton oleh warga Sumbawa saja. Tapi juga warga dari luar Sumbawa,” imbuhnya.

Nantinya, Film-film yang ada di Sumbawa, bisa juga diundang dalam kegiatan festival film di daerah lain. Tentunya film dari Sumbawa akan membawa “pesan” bagi daerah lain.

Andari memaparkan, Yayasan Masyarakat Film Sumbawa ini dulunya adalah organisasi yang bernama Sumbawa Cinema Society (SCS). Selama tujuh tahun belakangan ini, pihaknya berusaha membangun ekosistem yang mendukung perfilman. Dimana ekosistem perfilman ini bukan hanya dari masyarakat perfilman sendiri, tapi juga ada regulasi dari pemerintah. Selain itu, juga membutuhkan dukungan dari investor atau pihak yang berkepentingan untuk dipromosikan melalui film. Yang menjadi hambatan dan tantangan saat ini bagi komunitas perfilman dalam pemerintah belum melihat film sebagai hal yang cukup penting untuk mempromosikan daerah. Pemerintah juga belum melihat efek domino promosi melalui perfilman.

Salah satu contoh adalah Film Laskar Pelangi. Dalam film tersebut, memperlihatkan segala potensi yang ada di Bangka Belitung. Pemerintah Bangka Belitung akhirnya mulai melihat bahwa film menjadi wadah promosi pariwisata. Sehingga, pariwisata di daerah setempat meningkat.

Karena itu, pihaknya mencoba membuka mata daerah. Dengan konsisten melaksanakan festival film setiap tahunnya. Karena pihaknya ingin menunjukkan bahwa hal ini salah satu cara mempromosikan daerah. Di luar konten kreatif lainnya. “Orang di daerah lain jadi bisa mengetahui tentang Sumbawa melalui film,” pungkasnya. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.