Hirup Asap Beracun, Empat Penambang Emas Tewas

oleh -27 Dilihat

Proses evakuasi jenazah para penambang emas yang tewas di lubang tambang

 

Beritasumbawa.com (7/10/2021)

EMPANG- Empat orang penambang rakyat ditemukan tewas di lubang tambang emas di Desa Gapit, Kecamatan Empang. Berdasarkan hasil olah TKP polisi, para penambang itu diduga tewas karena menghirup asap beracun.

Kapolres Sumbawa, AKBP. Esty Setyo Nugroho, S.IK mengungkapkan, jenazah keempat penambang itu ditemukan, Rabu (6/10) lalu. Sebelumnya, jenazah empat orang itu ditemukan oleh warga yang kebunnya berada di dekat lokasi. Warga yang biasanya meminta minum ke camp para penambang itu curiga, karena tidak ada orang di lubang tambang itu. Selain itu, kecurigaan warga bertambah, karena mencium bau busuk dari dalam lubang tambang.

Warga tersebut, kemudian bergegas kembali ke desa yang berjarak sekitar 10 kilometer dari lokasi tambang itu. Guna memberitahukan warga lainnya atas temuannya. Setelah itu, kepala desa setempat melapor ke Polsek Empang. Kemudian, Kapolsek Empang, AKP. Sarjana bersama personelnya mengecek kebenarannya ke Kepala Desa Gapit.

Setelah dipastikan kebenarannya, Kapolsek Empang berkoordinasi dengan Kasat Reskrim dan Kasat Intel Polres Sumbawa, serta petugas dari BASARNas. Mendapat informasi itu, anggota Identifikasi bersama dengan penyidik Sat Reskrim Polres Sumbawa serta anggota Polsek Empang dan BASARNas mendatangi lokasi. Guna melakukan olah TKP yang berlokasi di Pelempat Lenyeng itu.

kehilangan

Di lokasi, polisi langsung memasang police line di sekitar TKP. Kemudian dilakukan evakuasi terhadap jenazah keempat penambang itu. Diketahui keempatnya yakni M. Ridwan (26) dan M. Robi Rifa’i (19), warga Desa Gapit, Kecamatan Empang. Kemudian M. Said (32) dan Safaruddin (23), warga Desa Kakiang, Kecamatan Moyo Hilir.

Menurut kapolres, proses evakuasi memakan waktu sekitar dua jam. Mengingat, lubang tambang itu sangat sempit dan memiliki kedalaman 17 meter. Jadi, jenazah para penambang itu harus dikeluarkan satu persatu. Evakuasi jenazah juga harus dilakukan dengan hati-hati. Mengingat kondisinya sudah mulai membusuk. Sebab, saat ditemukan, jenazah para penambang itu mengapung di atas air di dalam lubang.

Hasil olah TKP sementara, diduga kuat para penambang itu tewas akibat menghirup asap beracun dari jenset yang mereka gunakan. Jenazah para penambang itu kemudian dievakuasi ke Puskesmas Empang, untuk divisum. Personel Identifikasi Satreskrim Polres Sumbawa, sempat menawarkan kepada keluarga, agar jenazah para penambang itu diotopsi. Namun, pihak keluarga menolak. Pihak keluarga menganggap bahwa kejadian itu sebagai musibah. Jenazah para penambang itu kini sudah dimakamkan di desa masing-masing. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.