Sri Wahyuni Mengaku Tahu Status Muhammad Malik

oleh -24 Dilihat

Sri Wahyuni (kiri) dan Ratna Sari (kanan) saat berdamai di Pengadilan Negeri (PN) Sumbawa

 

Beritasumbawa.com (4/10/2021)

SUMBAWA- Oknum anggota DPRD Sumbawa, Sri Wahyuni, mengakui bahwa Muhammad Malik, masih dalam proses perceraian dengan istri sahnya, saat mereka akan menikah siri. Hal ini diakuinya, dalam sidang pemeriksaan terdakwa dalam kasus dugaan “nikah liar” keduanya.

Kasi Pidum Kejari Sumbawa, Hendra, SS., SH, mengatakan, sidang yang digelar Senin (4/10) itu beragendakan pemeriksaan terdakwa. Dimana kedua terdakwa, yakni Sri Wahyuni dan Muhammad Malik diperiksa dipersidangan. “Mereka mengakui dakwaan tersebut. Sesuai dengan BAP,” ujar Hendra.

Dipaparkan, secara umum, terdakwa Sri Wahyuni mengetahui bahwa Muhammad Malik sedang dalam proses perceraian. Dimana Muhammad Malik dan istrinya Ratna Sari sudah pisah ranjang dan pisah rumah. Sementara Muhammad Malik sendiri juga tidak menutupi keadaannya.

Namun, belakangan Muhammad Malik dan Ratna Sari tidak jadi bercerai. Sementara Sri Wahyuni dan Muhammad Malik juga sudah menikah secara siri. Meskipun belakangan keduanya akhirnya bercerai. “Karena kedua terdakwa menikah siri, mereka juga bercerai secara siri,” imbuhnya.

kehilangan

Setelah pemeriksaan terdakwa, sidang selanjutnya beragendakan pembacaan tuntutan. Rencananya, sidang tersebut akan dilaksanakan pekan depan. Untuk tuntutannya sendiri, pihaknya masih meminta petunjuk dari Kejati NTB. Mengingat, perkara itu merupakan limpahan dari Kejati NTB.

Selain itu, lanjut Hendra, Sri Wahyuni dan Ratna Sari sudah berdamai. Keduanya sudah saling memaafkan. Ratna Sari akan melanjutkan pernikahannya dengan Muhammad Malik. Perdamaian dilakukan dalam persidangan yang dilaksanakan pekan lalu.

Seperti diberitakan, satu lagi oknum anggota DPRD Sumbawa, tersangkut persoalan hukum. Pasalnya, oknum bernama Sri Wahyuni itu dilaporkan melakukan nikah liar dengan seorang pria beristri. Setelah dilaporkan ke polisi, kasus tersebut kini telah dilimpahkan ke Kejari Sumbawa.

Kasus ini berawal ketika perkenalan Sri Wahyuni dengan seorang pria bernamal Muhammad Malik, pada 2015 lalu. Saat itu Muhammad Malik dipekerjakan sebagai sopir pribadi Sri Wahyuni. Untuk mempersiapkan pencalonannya sebagai anggota legislatif pada 2019.

Sri Wahyuni mempekerjakan Muhammad Malik sebagai sopir pribadinya. Karena Sri Wahyuni tidak bisa menyetir mobil. Untuk memudahkan Sri Wahyuni melakukan sosialisasi. Dari situlah diduga awal hubungan mereka. Kemudian, Sri Wahyuni bercerai dengan suaminya yang saat itu menjabat sebagai anggota DPRD Sumbawa. Sri Wahyuni dan Muhammad Malik kemudian menikah siri pada pada 2020.

Adanya pernikahan ini diketahui oleh istri Muhammad Malik, Ratna Sari. Karena tidak terima, Ratna Sari lalu melaporkan hal ini ke Polda NTB. Adapun delik laporannya adalah nikah liar. Atas kasus ini, Sri Wahyuni dan Muhammad Malik dijerat dengan pasal 279 KUHP, tentang nikah liar. Adapun ancaman hukumannya maksimal lima tahun. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.