Diduga Serobot Tanah Warga, Kades Penyaring Dipolisikan

oleh -20 Dilihat

Kuasa Hukum Maskendi, Surahman, MD, SH., MH, saat menyerahkan laporan ke Polres Sumbawa

 

Beritasumbawa.com (4/10/2021)

SUMBAWA- Kepala Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara, Abdul Wahab dilaporkan ke Polres Sumbawa, oleh warganya. Pasalnya kades diduga telah melakukan pengerusakan pagar dan penyerobotan tanah milik warga yang berada dipeliuk Buin Sepit, Dusun Penyaring Atas Desa penyaring.

Warga Penyaring yang melaporkan kadesnya melalui kuasa hukumnya Surahman MD, SH., MH, mengatakan bahwa berdasarkan kronologis tanah tersebut adalah milik kliennya. Tanah tersebut mempunyai status hukum yang jelas. Dengan Sertifikat Hak Milik nomor 914, surat ukur nomor 332/penyaring/2013 dengan luas : 24,934 M2 yang berkokasi di buin sepit dusun penyaring Atas Desa Penyaring Kabupaten Sumbawa.

Dipaparkan, bahwa pada Jumat 24 september lalu, Abdul Wahab bersama staf desa dan dibantu oleh beberapa warga desa penyaring, diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum. Dengan mengambil lahan milik pelapor Maskendi seluas lebih kurang 13 are.

Dalam hal ini, terlapor diduga sengaja melawan hukum secara terang benderang telah melakukan penyerobotan tanah milik pelapor. Tanpa mau melakukan pengkajian dan penelusuran atas identitas atau alas hak atas tanah dengan secara melawan hukum.

kehilangan

Sambungnya, sedangkan pada tanggal 1 oktober lalu, terlapor kembali bersama staf desa dan dibantu oleh beberapa warga masyarakat desa penyaring kembali diduga melakukan pengrusakan pagar milik pelapor. Pengrusakan diduga dilakukan sepanjang sekitar 100 meter. Akibat kejadian ini, pelapor sangat dirugikan oleh terlapor.

“Terhadap Apa yang telah dilakukan oleh terlapor itu adalah perbuatan melawan hukum. Akibatnya pelapor mengalami kerugian sebanyak Rp 260 juta,” katanya.

Surahman mengatakan, dengan adanya dugaan perbuatan melawan hukum itu, terlapor harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Terlapor diduga telah melanggar pasal 406 dan Pasal 167 KUHP dengan ancaman maksimal dua tahun.

Sementara itu Kapolres yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim Polres Sumbawa, Iptu. Ivan Roland Cristofel, STK, mengatakan, jika laporan pengaduan sudah dimasukan ke polres Sumbawa. “Iya benar mas laporannya sudah dimasukan tadi,” singkatnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kades Penyaring Abdul Wahab menegaskan, persoalan lahan tersebut sudah lama terjadi. Hal itu telah terjadi sebelum dia menjabat.

Diakui Abdul Wahab, lahan yang berbatasan dengan lahan kuburan tersebut sebenarnya adalah milik desa. Entah kenapa, belakangan sekitar tahun 2012 lahan disertifikat kemudian dipagari. “Di Peliuk itu ada lahan milik tiga orang warga, termasuk Maskendi. Lahan tersebut sebenarnya milik desa. Entah kenapa bisa disertifikat, bahkan dipagari mentok hingga ke lahan kuburan,” ungkapnya.

Karena akses warga menuju lahan kuburan tertutup pagar, maka dia bersama warga berinisiatif membuka akses untuk jalan menuju ke pemakaman. Yang juga merupakan situs cagar budaya Kubir Belo tersebut.

“Mau tidak mau, saya selaku kades berinisiatif membuka akses menuju ke lahan pekuburan tersebut,” pungkasnya. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.