Pimpinan dan Seorang Karyawan BNI Dilaporkan

oleh -46 Dilihat

Kuasa Hukum PT Basa, Surahman, MD, SH., MH, (tengah) bersama Direktur dan Komisaris PT Basa, saat diwawancarai sejumlah wartawan

 

Beritasumbawa.com (30/9/2021)

SUMBAWA- Pimpinan dan salah seorang karyawan BNI Cabang Sumbawa, dilaporkan ke polisi oleh PT Bangun Alam Samawa (Basa). Sebab, pihak bank tersebut diduga telah melakukan penipuan terkait jaminan kredit dari PT Basa.

Kuasa Hukum PT Basa, Surahman, MD, SH., MH mengatakan, kasus ini berawal saat pihak BNI Cabang Sumbawa menawarkan kredit kepada PT Basa. Dalam hal ini, pimpinan BNI Cabang Sumbawa datang langsung menawarkan kredit, didampingi salah seorang karyawannya. Penawaran ini dilakukan pada akhir 2019 lalu.

Akhirnya, PT Basa menyetujui adanya tawaran itu. Kemudian PT Basa mengajukan pinjaman sebesar Rp 1,5 miliar. Dengan tambahan dua sertifikat, selain sembilan tujuh sertifikat yang telah dijaminkan sebelumnya.

Seiring berjalannya waktu, salah seorang karyawan BNI Cabang Sumbawa yang belakangan menjadi terlapor 1 dalam kasus ini, menghubungi Direktur PT Basa. Untuk mengingatkan terkait tenggat waktu pelunasan kredit. Akhirnya, kredit sebesar Rp 1,5 miliar lebih tersebut dilunasi dalam jangka waktu enam bulan. Namun, setelah pelunasan hingga saat ini pihak BNI tidak mengembalikan sertifikat yang dijaminkan PT Basa tersebut.

kehilangan

Padahal, lanjutnya, sebelum dilakukan pelunasan ada kesepakatan antara Direktur PT Basa dengan salah seorang karyawan BNI Cabang Sumbawa (terlapor 1). Bahwa ketika dilakukan pelunasan akan dikembalikan lima macam sertifikat yang menjadi jaminan. Hal itu juga telah disetujui oleh Komite dan Pimpinan BNI Cabang Sumbawa.

Setelah pihak PT Basa mengajukan pengembalian, hingga saat ini jaminan itu tidak dikembalikan. Dalam hal ini, pihaknya menduga bahwa pihak BNI telah melakukan ingkar. Akhirnya, selalu kuasa hukum pihaknya melaporkan tindakan yang diduga dilakukan oleh oknum karyawan dan Pimpinan BNI Cabang Sumbawa ke Polres Sumbawa. Adapun unsur yang diduga dilanggar yakni pasal 378 KUHP, terkait penipuan, dengan ancaman hukuman pidana lima tahun.

Dalam hal ini, tindakan BNI diduga telah menyalahi aturan. Baik undang-undang perbankan, maupun aturan hukum lainnya. Mengingat, jaminan kredit juga jauh lebih besar dari jumlah pinjaman. Dimana total pinjaman PT Basa secara keseluruhan mencapai Rp 3,9 miliar. Sementara nilai dari jaminan keseluruhan mencapai belasan miliar. Hal ini merupakan hasil perhitungan Tim Appraisal yang telah ditunjuk oleh BNI Cabang Sumbawa dan Tim Appraisal yang ditunjuk oleh PT Basa.

Tentunya, kata Surahman, hal menyalahi aturan OJK. Yang mana nilai jaminan maksimal 125 persen dari jumlah kredit. Hal ini juga akan dilaporkan ke OJK.

Lebih lanjut Surahman mengungkapkan, pengaduan terkait dugaan penipuan ini juga sudah ditindaklanjuti oleh Polres Sumbawa. Dibuktikan dengan dilakukannya pemanggilan terhadap Direktur PT Basa dan sejumlah saksi terkait lainnya dalam kasus itu. Pemanggilan untuk permintaan keterangan ini berlangsung pada Rabu (29/9) lalu. Pihaknya berharap, agar penyidik menyikapi persoalan ini dengan serius.

Kasat Reskrim Polres Sumbawa, Iptu. Ivan Roland Cristofel, STK, yang dikonfirmasi mengatakan, pemanggilan dalam kasus ini sudah dilakukan. Dalam hal ini, pelapor dan dua saksi lainnya sudah dimintai keterangan. Selain itu, pihaknya sudah mengamankan surat dokumen dari pelapor.

Rencananya, lanjut Ivan, akrab perwira ini disapa, pihaknya akan mengundang pihak BNI untuk dimintai klarifikasi.

Secara terpisah, Kepala BNI Cabang Sumbawa, I Putu Astrawan yang dikonfirmasi mengatakan, agar para pihak menghargai proses hukum. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.