Bandar Antar Provinsi Diringkus, Puluhan Gram Sabu Diamankan

oleh -41 Dilihat

Kapolres Sumbawa, AKBP. Esty Setyo Nugroho, SIK, (depan kiri, red) menunjukkan barang bukti sabu yang diamankan dari tangan DI

 

Beritasumbawa.com (24/9/2021)

SUMBAWA- Baru menjabat, Kapolres Sumbawa, AKBP. Esty Setyo Nugroho,SIK, membuat gebrakan. Dibuktikan dengan penangkapan bandar sabu antar provinsi berinisial DI alias Din Lengkang, di Kecamatan Buer, Kamis (23/9) sore. Dalam penangkapan ini, puluhan gram sabu berhasil diamankan.

Menurut informasi, penangkapan ini dilakukan berdasarkan informasi masyarakat. Dimana disebutkan bahwa di DI di Dusun Pernang, Desa Labuhan Burung, kerap dilakukan transaksi narkoba dan meresahkan masyarakat. Karena itu, Tim Opsnal Narkoba Polres Sumbawa yang dipimpin kasat Iptu. Malaungi, SH., MH langsung turun ke lapangan.

Saat digerebek, DI sempat membuang barang bukti sabu di dalam pipa saluran air rumahnya. Namun, hal itu berhasil digagalkan dan DI berhasil diringkus. Kemudian DI dan barang bukti dievakuasi ke Polres Sumbawa untuk proses selanjutnya.

Terkait penangkapan itu, Kapolres Sumbawa, AKBP. Esty Setyo Nugroho, SIK, dalam jumpa persnya membenarkan adanya penangkapan itu. Diketahui, DI merupakan target operasi yang sudah lama menjadi incaran.

kehilangan

“Dari tangan DI berhasil diamankan dua poket sabu. Satu poket sabu dengan bruto 59,94 gram. Serta satu poket sabu cair dengan bruto 0,64 gram. Selain itu juga diamankan barang bukti lain seperti handphone, dompet dan uang Rp 1,4 juta, yang diduga hasil penjualan sabu,” ujar Kapolres, didampingi Kasat Narkoba Polres Sumbawa, Iptu. Malaungi, SH., MH.

Diungkapkan, hasil pemeriksaan sementara, DI mendapatkan barang dari Pulau Lombok. Rencananya, barang haram itu akan diedarkan di Sumbawa. Diduga kuat DI juga mengedarkan sabu antar provinsi. Seperti di Kalimantan dan Bali.

Atas perbuatannya, lanjut kapolres, DI dijerat dengan pasal 114 ayat 2 dan 112 ayat 2, undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Adapun ancaman hukumannya yakni hukuman mati, penjara seumur hidup atau penjara minimal lima tahun, maksimal 20 tahun. “Mari melawan bahaya laten penyebaran narkotika yang dapat merusak generasi,” imbuh kapolres.

Kasat Narkoba Polres Sumbawa, Iptu. Malaungi, SH., MH menambahkan, jika ada pihak tertentu yang menghubungi keluarga tersangka mengatasnamakan kepolisian, diimbau agar tidak langsung percaya. Karena hal itu merupakan upaya pihak tertentu untuk melakukan penipuan. Jika ada yang menghubungi masyarakat mengatasnamakan Kasat Narkoba, diharapkan untuk dikonfirmasikan terlebih dahulu ke Sat Narkoba Polres Sumbawa. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.