Sidang Dugaan Nikah Liar Oknum Anggota DPRD Sumbawa Dimulai

oleh -26 Dilihat

Kasi Pidum Kejari Sumbawa, Hendra, SS., SH. 

 

Beritasumbawa.com (23/9/2021)

SUMBAWA- Kasus dugaan nikah liar yang menyeret oknum anggota DPRD Sumbawa, Sri Wahyuni dan mantan suami sirinya, Muhammad Malik, mulai disidangkan. Persidangan perdana kasus tersebut dilaksanakan di Pengadilan Negeri Sumbawa, Rabu (22/9) lalu.

Kasi Pidum Kejari Sumbawa, Hendra, SS., SH, yang dikonfirmasi membenarkan bahwa sidang tersebut telah dilaksanakan. Dalam sidang yang dilaksanakan secara offline ini, kedua terdakwa yakni Sri Wahyuni dan Muhammad Malik hadir di persidangan. “Dalam persidangan, terdakwa Sri Wahyuni tidak didampingi penasihat hukum. Sementara terdakwa Muhammad Malik didampingi penasihat hukumnya, Israil, SH,” ujar Hendra.

Diungkapkan, dalam dakwaan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menjerat terdakwa Sri Wahyuni dengan pasal 279 ayat 1 ke-2 KUHP. Sementara Muhammad Malik dijerat dengan pasal 279 ayat 1 ke-1 KUHP. Tentang kejahatan terhadap asal usul pernikahan.

Selain itu, keduanya juga dijerat dengan pasal 284 KUHP tentang perzinahan.

kehilangan

Atas dakwaan tersebut, lanjut Hendra, kedua terdakwa menyatakan tidak keberatan. Sidang kemudian ditunda selama sepekan. Sidang akan kembali dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi.

Seperti diberitakan, satu lagi oknum anggota DPRD Sumbawa, tersangkut persoalan hukum. Pasalnya, oknum bernama Sri Wahyuni itu dilaporkan melakukan nikah liar dengan seorang pria beristri. Setelah dilaporkan ke polisi, kasus tersebut kini telah dilimpahkan ke Kejari Sumbawa.

Kasus ini berawal ketika perkenalan Sri Wahyuni dengan seorang pria bernamal Muhammad Malik, pada 2015 lalu. Saat itu Muhammad Malik dipekerjakan sebagai sopir pribadi Sri Wahyuni. Untuk mempersiapkan pencalonannya sebagai anggota legislatif pada 2019.

Sri Wahyuni mempekerjakan Muhammad Malik sebagai sopir pribadinya. Karena Sri Wahyuni tidak bisa menyetir mobil. Untuk memudahkan Sri Wahyuni melakukan sosialisasi. Dari situlah diduga awal hubungan mereka. Kemudian, Sri Wahyuni bercerai dengan suaminya yang saat itu menjabat sebagai anggota DPRD Sumbawa. Sri Wahyuni dan Muhammad Malik kemudian menikah siri pada pada 2020.

Adanya pernikahan ini diketahui oleh istri Muhammad Malik, Ratna Sari. Karena tidak terima, Ratna Sari lalu melaporkan hal ini ke Polda NTB. Adapun delik laporannya adalah nikah liar. Atas kasus ini, Sri Wahyuni dan Muhammad Malik dijerat dengan pasal 279 KUHP, tentang nikah liar. Adapun ancaman hukumannya maksimal lima tahun. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.