Terkait Kasus SW, Rafiq : Biarkan Proses Hukumnya Bergulir

oleh -24 Dilihat

Ketua DPRD Sumbawa, Abdul Rafiq

 

Beritasumbawa.com (6/9/2021)

SUMBAWA- Hingga saat ini, kasus dugaan nikah liar oknum anggota DPRD Sumbawa berinisial SW, masih ditangani Kejari Sumbawa. Terkait hal ini, Ketua DPRD Sumbawa, Abdul Rafiq menyerahkan prosesnya sesuai hukum yang berlaku.

Rafiq mengatakan, kasus itu telah dilimpahkan ke Kejari Sumbawa. Hingga saat ini, penangananya juga masih terus berlanjut. “Saat ini kan kasusnya sudah dilimpahkan dan ditangani oleh pihak kejaksaan. Biarkan proses hukumnya bergulir,” ujar politisi senior dari PDIP ini.

Rafiq mengungkapkan, persoalan tersebut juga sudah sempat ditangani oleh Badan Kehormatan (BK) DPRD Sumbawa. Hasilnya, pelapor diminta untuk melaporkan hal itu juga ke partai. Sehingga penanganannya juga bisa dilakukan sesuai mekanisme partai.

Namun, saat itu proses hukum atas kasus itu juga sudah berjalan. Dia berharap, agar hasil proses hukum yang berjalan menghasilkan yang terbaik. “Saya berharap baik,” imbuhnya.

kehilangan

Seperti diberitakan, satu lagi oknum anggota DPRD Sumbawa, tersangkut persoalan hukum. Pasalnya, oknum berinisial SW itu dilaporkan melakukan nikah liar dengan seorang pria beristri. Setelah dilaporkan ke polisi, kasus tersebut kini telah dilimpahkan ke Kejari Sumbawa.

Kasus ini berawal ketika perkenalan SW dengan seorang pria berinisial MM, pada 2015 lalu. Saat itu MM dipekerjakan sebagai sopir pribadi SW. Untuk mempersiapkan pencalonannya sebagai anggota legislatif pada 2019.

SW mempekerjakan MM sebagai sopir pribadinya. Karena SW tidak bisa menyetir mobil. Untuk memudahkan SW melakukan sosialisasi. Sebagai persiapannya sebagai calon legislatif. Dari situlah diduga awal hubungan mereka. Kemudian, SW bercerai dengan suaminya yang saat itu menjabat sebagai anggota DPRD Sumbawa. SW dan MM kemudian menikah siri pada pada 2020.

Adanya pernikahan ini diketahui oleh istri MM, RS. Karena tidak terima, RS lalu melaporkan hal ini ke Polda NTB. Adapun delik laporannya adalah nikah liar. Atas kasus ini, SW dan MM dijerat dengan pasal 279 KUHP, tentang nikah liar. Adapun ancaman hukumannya maksimal lima tahun. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.