Kapolres Temui Tracer Zona Barat

oleh -18 Dilihat

Beritasumbawa.com (2/9/2021)

SUMBAWA- Kapolres Sumbawa AKBP. Esty Setyo Nugroho S.IK bersilaturahim dengan para tracer zona barat, Kecamatan Rhee, Utan, Buer, Alas dan Alas Barat. Yakni para Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta tenaga medis. Pertemuan itu berlangsung di Gedung Graha Haji Djibril, Desa Motong, Kecamatan Utan, Kamis (2/9) pagi.

Hadir Dalam Kegiatan tersebut, Kabid P3L Dikes Sumbawa A. A Ngurah Riadi S.Km, M.Kes, Kasat Intelkam Polres Sumbawa, Iptu. Doser Sinatria A. S.IK, Kasat Lantas, Iptu. Samsul Hilal SH, Kasi Humas, AKP. Sumardi S.Sos, Kasi Propam, Iptu. I Ketut Genep, Plh. Kasat Binmas, Iptu. Abdul Muis Tajuddin, Camat Utan, Ir. Nawawi, Danramil Utan, Kapt. Inf. Triono Budi Waskito, Danramil Alas, Kapt. Inf. Armansyah, Kapolsek Alas, Akp. R.S. Gatot, Kapolsek Alas Barat, Akp. Surana, Kapolsek Utan, Iptu. M. Yusuf, Kapolsek Buer, Ipda. M. Amali SH, Kapolsek Rhee, Ipda. Ramdhani S.Trk, Ka UPT Puskesmas Rhee, Edi Supriadi S.Km, Ka UPT Puskesmas Utan, Sri Sukmawati S.km, Ka UPT Puskesmas Buer, Yayan Yuliantanata S.Km, Ka UPT Puskesmas, Alas Bayu Atika Dewi, S.KM, Ka UPT Puskesmas Alas Barat, Satria Alamsyah Amd. Kep, Para Bhabinkamtibmas dan Babinsa Zona Barat.

Perwakilan Kapolsek Zona Barat, AKP. RS. Gatot menyampaikan, bahwa zona barat terdapat 35 desa dari lima Kecamatan yang ada di Kabupaten Sumbawa. Terkait dengan tugas Bhabinkamtibmas, ada lima Bhabinkamtibmas yang belum didukung dengan Kendaraan Bhabinsa.

“Sinergitas Bhabinkamtibmas dengan Babinsa sangat solid. Yang utamanya dari tiga pilar yang ada dimasing-masing desa,” ujar Gatot.

Gatot mengatakan, dalam pelaksanaan tugas tracing yang diemban oleh para personel Bhabinkamtibmas dan Babinsa sangat berat. Untuk itu pihaknya memohon petunjuk dan saran dalam pelaksanaan tugas.

Kapolres Sumbawa, AKBP. Esty Setyo Nugroho S.IK menyampaikan, kegiatan ini semata-mata silaturrahim dengan para tracer yang ada di Zona Barat. Sekaligus sebagai perkenalan dirinya selaku pejabat baru.

kehilangan

Menurutnya, Sumbawa tidak ada bedanya dengan tanah kelahirannya. Yakni Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. “Kabupaten Sumbawa warganya sangat sabar. Terkait sinergitas tiga pilar yang ada di Kabupaten Sumbawa sangat solid dalam segala hal. Terlebih dalam penanganan dan pelayanan kepada masyarakat,” terangnya.

Dikatakan kapolres, dari awal bertugas di Polres Sumbawa, dia menekankan seluruh personelnya agar terus menerus melakukan upaya yang maksimal. Yakni tindakan pada wilayah hilir pelaksanaan dengan mengedepankan 5 M. Sebab hingga saat ini image dari Covid-19 oleh warga Masyarakat masih menjadi aib bagi keluarga. Sehingga perlu dilakukan sosialisasi kepada masyarakat. Agar dapat diterima dimasyarakat dan sesuai dengan syariat agama.

Karena itu, sambung kapolres, peran tokoh agama sangat penting di lingkungan masyarakat mayoritas. Harus dilakukan pendekatan maksimal terhadap para tokoh dalam penyampaian atau sosialisasi terkait dengan SOP penanganan Covid-19. Namun tetap mengacu pada kearifan lokal di masyarakat.

“Dalam penanganan permasalahan harus melihat dari hilirnya untuk mengetahui pangkal permasalahan. Hal tersebut sangat dibutuhkan peran dari seluruh pihak dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat. Agar tidak terprovokasi dengan informasi yang tidak dapat dipertanggung jawabkan (hoax, red),” terang kapolres.

Sedangkan penanganan permasalahan di wilayah hulu, yakni testing, tracing, treatmen (3T) harus dilaksanakan secara masif. dirinya berharap kepada seluruh peserta Silaturrahmi untuk bersama-sama dalam melakukan tindakan penanganan Covid-19 tetap bersinergi atau bahu membahu. Agar tepat sasaran dalam penanganannya.

“Kepada seluruh tracer dengan senergitas dapat memangkas birokrasi. Agar lebih sederhana dalam penanganan permasalahan terkait Covid-19 yang berbasis anggaran APBD. Terima Kasih kepada seluruh Jajaran Kodim 1607, Polres Sumbawa, Dinas Kesehatan serta sinergitas tiga pilar. Terutama dalam penanganan Pasien Covid-19 dengan sarana atau tersedianya obat-obatan serta peralatan medis (ventilator) sangat terbatas,” tandasnya.

Sementara itu, Kabid P3L Dikes Kab. Sumbawa, Agung Riadi S.KM, M.Kes mengatakan, Kabupaten Sumbawa termasuk dalam level tiga. Dibagian hulu dalam penanganan Covid-19 masih terjadi kendala. Mengingat sangat minim sosialisasi yang diterima oleh masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari adanya penolakan pemakaman jenazah covid, penolakan SWAB, PCR dan lainnya.

Dipaparkannya, terhadap penanganan pasien covid di kabupaten Sumbawa tergolong masih lemah. Dimana rasio tracing saat ini yang terjadi yakni satu banding tiga. Dimana seharusnya paling minim dengan rasio satu banding 15.

“Suatu kebanggaan bagi Dinas Kesehatan dalam pelaksanaan tracing. Kedepannya akan bersinergi dengan pihak Keamanan sehingga memudahkan siapa berbuat apa dalam pelaksanaan 3T. Selanjutnya diinput dalam aplikasi silacak sehingga hasil pelaksanaan dapat diteruskan ke pusat,” terangnya.

Kegiatan tracing dan testing harus diselesaikan dalam rentan waktu 24 jam. Sehingga dapat meminimalisir jumlah pasien positif. Namun yang menjadi kendala saat ini hasil release pasien positif sedikit terlambat. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.