Kaitan Pembongkaran Puskesmas, Ini Keterangan Mantan Kadis dan PPK

oleh -15 Dilihat

Kasi Intel Kejari Sumbawa, Anak Agung Putu Juniartana Putra, SH

 

Beritasumnawa.com (2/9/2021)

SUMBAWA- Pembongkaran bangunan lama Puskesmas Alas dan Tarano, dilaporkan ke Kejari Sumbawa, belum lama ini. Karena itu, sejumlah pihak terkait diklarifikasi. Para pihak tersebut yakni mantan Kepala Dinas Kesehatan Sumbawa, PPK Pembangunan Puskesmas Alas dan Tarano yang baru, serta tim dari Dinas PRKP Sumbawa.

Kasi Intel Kejari Sumbawa, Anak Agung Putu Juniartana Putra, SH, membenarkan adanya pemanggilan tersebut. Mantan Kepala Dinas Kesehatan Sumbawa, PPK Pembangunan Puskesmas Alas dan Tarano yang baru, telah diklarifikasi. “Kami juga telah mengklarifikasi tim dari Dinas PRKP Sumbawa yang telah turun melakukan perhitungan ambang batas kerusakan, pada bangunan puskesmas yang lama,” ujar Juniartana, yang ditemui di ruang kerjanya, Kamis (2/9) pagi.

Diungkapkan, dalam keterangannya, mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Drs. H. Didi Darsany mengatakan, pembongkaran pondasi bangunan lama dilakukan, merujuk dari hasil perhitungan ambang batas kerusakan oleh PRKP.

Sementara itu, menurut PPK pembangunan Puskesmas Alas dan Ropang yang baru, pembongkaran itu bukan kewenangannya. Sebab, pembongkaran itu masih kewenangan dari Dinas Kesehatan Sumbawa. Setelah pembangunan baru dimulai, barulah hal itu kewenangan dari PPK.

kehilangan

Untuk mengetahui lebih dalam terkait pembongkaran pondasi bangunan lama, lanjut Juniartana, pihaknya mengklarifikasi tim PRKP yang mrnghitung ambang batas kerusakan di dua puskesmas itu. Diketahui, perhitungan ambang batas kerusakan ini sesuai dengan permintaan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa. Adapun hasil perhitungannya bahwa bangunan yang di Alas dan Tarano sudah berudia 41 tahun. Dimana terjadi penyusutan bangunan sekitar dua persen pertahun.

“Ambang batas kerusakan ini harus diketahui, sesuai dengan laporan kaitan pembongkaran Puskesmas Alas dan Tarano yang lama. Hasilnya, ambang batas kerusakan jika dilihat secara keseluruhan itu sekitar 82 persen. Jadi dimungkinkan dilakukan pembangunan baru atau perluasan,” terangnya.

Sebelumnya, masyarakat melaporkan terkait pembongkaran bangunan Puskesmas Alas dan Tarano yang lama. Sebab, pembongkaran itu dinilai pemborosan.

Setelah ini, kata Juniartana, pihaknya akan menelaah keterangan para pihak terkait yang sudah diklarifikasi. Setelah itu, barulah pihaknya menentukan pihak terkait lainnya yang akan diklarifikasi. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.