Asparnas Respon Positif Penetapan Perda RPJMD Sumbawa 2021-2026

oleh -22 Dilihat

Beritasumbawa.com (25/8/2021)

SUMBAWA- Asosiasi Pariwisata Nasional (Asparnas) Sumbawa, mendukung penuh penetapan Perda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sumbawa. Karena telah menetapkan pengembangan wisata konservasi, budaya dan sejarah, sebagai bagian dari strategi pembangunan. Sebagaimana saran dan masukan Pansus DPRD Kabupaten Sumbawa atas potensi wisata yang ada.

Ketua Asparnas Sumbawa, Muhammad Taufik menyambut baik Perda RPJMD Kabupaten Sumbawa. Pihaknya selaku organisasi dan penggiat pariwisata, sangat berharap pariwisata di Kabupaten Sumbawa dapat maju dan berkembang. “Sehingga kawasan wisata prioritas yang dicanangkan dalam RPJMD dapat benar- benar terwujud dan menjadi Destinasi unggulan pariwisata di NTB,” ujar Taufik.

Hal senada disampaikan Ketua Dewan Penasihat Asparnas Sumbawa, Dr. Ahmad Yamin, SH., MH. Penetapan Perda tentang RPJMD Kabupaten Sumbawa Tahun 2021- 2026, merupakan janji politik dari Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa terpilih. Bupati sebelumnya telah menetapkan sekitar 40 desa wisata.

“Menurut kami tidaklah muluk muluk. Sesuai dengan kemampuan pendanaan yang dimilik daerah, kami kira cukup ada lima sampai 10 saja yang dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan. Kami menginginkan beberapa tema yang memiliki potensi wisata baik alam, budaya, dan pergelaran di desa. Dimana desa kaya dengan pergelaran dan memang juga Sumbawa kaya dengan wisata budaya,” urai Young, akrabnya disapa, yang juga menjabat sebagai Rektor Institut ilmu sosial dan budaya Samawa Rea (Iisbud Sarea) ini.    Diungkapkan, sekarang ini pihaknya fokus pada pemberdayaan Dam Batu Bulan. Sebagai pusat wisata dari desa yang ada di Moyo Hulu. Seperti dlDesa Pernek, Leseng, Sempe, Batu Bulan, Mokong dan Batu Tering. Setiap desa memiliki keanekaragaman dan keunikan. “Bulan depan kami ada rencana akan mengadakan Festival Olat Maras dan Fetival Dam Batu Bulan. Semoga saja mendapatkan izin,” terangnya.

Meskipun saat ini masih pandemi, tapi untuk menghidupkan wisata di Sumbawa, keberadaan wisata lokal bisa dilakukan dengan memadukan koordinasi lintas sektor. Seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pemberdayaan Pemerintahan dan Desa dan tentunya Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata. Strategi kebijakannya adalah mengarahkan para siswa belajar sambil menikmati alam lingkungan yang ada di objek wisata tersebut. Hal ini relevan dengan program merdeka belajar.

“Dengan jalannya koordinasi ini, maka integrasi dengan desa tidak bisa dilepaskan,” imbuhnya

kehilangan

Dengan sistem yang dibangun, lanjutnya, akan bisa mendatangkan pendapatan desa, maupun pendapatan asli daerah (PAD). “Bila kita berandai-andai saja dengan hitungan sederhana, dari 157 desa yang ada, sepertiganya kita bidik maka ada 50 Desa yang menggeliat ekonominya dari sektor wisata. Dan ini akan membuat peredaran uang yang besar di desa-desa,” pungkas. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.