Asosiasi Pengusaha Rumah Bernyanyi Sampar Maras Tuntut Keadilan dari Pemerintah

oleh -28 Dilihat

Pertemuan antara Asosiasi Pengusaha Rumah Bernyanyi Sampar Maras dengan Sekda Sumbawa

 

Beritasumbawa.com (10/8/2021)

SUMBAWA- Puluhan massa yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Rumah Bernyanyi Sampar Maras mendatangi Kantor Bupati Sumbawa, Selasa (10/8). Kedatangan ini bertujuan untuk menuntut keadilan terkait kebijakan Pemda Sumbawa untuk menutup tempat usaha mereka.

Puluhan massa ini disambut oleh Sekda Sumbawa, H. Hasan Basri. Dalam pertemuan itu, humas Asosiasi Pengusaha Rumah Bernyanyi Sampar Maras, L.B. Syahruddin mengatakan, jika kedatangannya tersebut untuk menuntut keadilan. Terkait kebijakan pemerintah daerah yang ingin menyegel tempat usaha mereka. Karena diduga tidak mengantongi izin mendirikan Bangunan (IMB).

“Kami datang kesini untuk meminta keadilan. Karena Pemerintah Kabupaten Sumbawa ingin menutup kegiatan usaha yang kami geluti saat ini,” ujar Sandi, sapaan akrabnya.

Menurut Sandi, pihaknya tidak mempermasalahkan penyegelan yang dilakukan oleh Pemda Sumbawa. Namun yang jadi masalah adalah pada poin kedua tentang surat pemberitahuan nomor :300/462/polpp/2021. Dalam surat pemneritahuan tersebut pada poin kedua tentang menutup kegiatan usaha. Yang berbunyi pemilik / penanggungjawab bangunan/gedung segera melakukan pembongkaran sendiri bangunan/gedung tersebut paling lama sampai dengan tanggal 11 agustus 2021 (besok, Red).

kehilangan

“Terhadap hal tersebut seharusnya perintah harus cermat. Kami juga mohon diayomi. Karena ini tentang persoalan hidup. Kami harus akui jika beberapa bangunan dilokasi tersebut tidak mengantongi IMB. Dan oleh karena itu kami minta bangunan usaha kami jangan dirobohkan,” imbuh Sandi.

Pihaknya minta Pemda Sumbawa untuk kembali mempertimbangkan penyegelan dan rencana pembongkaran tempat usaha mereka. Pihaknya sanggup untuk taat terhadap apa yang menjadi keputusan pemda. Asalkan bangunan mereka tidak dirobohkan. Pihaknya juga meminta agar aturan tersebut tidak hanya diterapkan di Sampar Maras saja. Namun juga di tempat karaoke lainnya.

Sementara itu penasehat Asosiasi Pengusaha Rumah Bernyanyi Sampar Maras, Agus Salim mengatakan, terkait penyegelan beberapa waktu lalu, diharapkan ditinjau ulang dan dicabut. Pihaknya datang bukan dalam artian melawan pemerintah. Pihaknya akan tunduk dan patuh terkait apa yang akan diatur oleh pemerintah. “Jangan merobohkan tempat usaha kami. Dan kami juga tidak akan menjual bir ditempat usaha kami,” kata Agus.

Terkait hal itu, Sekda Sumbawa, Drs. H. Hasan Basri mengatakan sepanjang masih ada kegiatan dilokasi tersebut pasti akan ditindak. Dipaparkan, sebagian besar masyarakat tidak menginginkan ada aktifitas lagi di lokasi tersebut. “Jangan ada lagi jual bir. Jika masih jual bir maka kami dengan tegas akan tindak. Namun, hal ini akan kita bicarakan dengan semua pihak terkait,” terang Haji Bas.

Menurut Haji Bas, aktivitas usaha itu disegel karena bangunan tersebut tidak sesuai peruntukannya. Selain itu, aktivitas tersebut juga memiliki izin operasional. “Karena itu mari kita ubah fikiran kita semuanya dulu. Bahwa masih banyak hal yang bisa kita lakukan disana, misalnya jual kopi atau jual es kelapa,” tutupnya.

Seperti diketahui pada tanggal 4 agustus lalu, sejumlah tempat usaha yang berada di sampar maras disegel oleh Bupati Sumbawa H. Mahmud Abdullah. Penyegelan tersebut dikarenakan banyak tempat usaha yang tidak mengantongi IMB. Selain itu, usaha yang ada di lokasi tersebut juga diduga tidak sesuai dengan perizinannya. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.