Ketersediaan Oksigen Bagi Pasien Covid-19 Kurang

oleh -25 Dilihat

Beritasumbawa.com (4/8/2021)

SUMBAWA- Hingga saat ini, ketersediaan tabung oksigen bagi para pasien covid-19 belum mencukupi. Kekurangan ini terjadi di semua rumah sakit perawatan pasien covid-19. Hal ini diketahui setelah tim dari Polres Sumbawa melakukan pengecekan ke lapangan.

Kasie Humas Polres Sumbawa, AKP. Sumardi, S.Sos mengatakan, monitoring dilakulan Selasa (3/8) lalu. Dalam monitoring ini, Waka Polres Sumbawa, Kompol Rafles P. Girsang, S.IK turun langsung. Didampingi Kasat Intelkam, Iptu. Dozer Trisatria Armada, S.T.K, S.IK, Kasat Lantas, Iptu. Samsul Hilal, SH dan Danramil 1607 -01 Sumbawa, Kapten Inf. Abidin.

Sumardi memaparkan, awalnya tim melakukan pengecekan terhadap stok tabung oksigen di RSUD Sumbawa. Tim disambut oleh Direktur RSUD Sumbawa, dr. Dede Hasan Basri. Dalam kesempatan tersebut, dr. Dede menerangkan bahwa untuk jumlah stok tabung oksigen, di RSUD saat itu sebanyak 50 tabung oksigen. 50 tabung baru tiba dari Mataram, karena pihaknya menerima jatah dari Mataram sebanyak 50 tabung. 50 tabung tersebut dibagi masing-masing 25 tabung ke RSUD Sering dan 25 tabung di RSUD Sumbawa.

Dalam hal ini RSUD Sumbawa sudah melakukan MoU dengan pihak SO terkait dengan kesiapan mesin baru pengisian oksigen. Alat tersebut akan didatangkan dari Prancis sekarang sudah berada di Mataram. Dimana alat itu dapat mengisi tabung oksigen sebanyak 100 tabung per hari.

Terkait jumlah pasien covid-19 yang dirawat di RSUD sebanyak 42 orang. Dengan rincian di RSUD Sering sebanyak 24 orang, di ruang ICU dua orang dan di ruang anak sebanyak 16 orang. Untuk kesiapan BOR, di RSUD saat ini sebanyak 80 bed. Sebanyak 42 bed terpakai dan tersisa 38 bed.

RSUD Sumbawa memiliki tempat pengisian oksigen. Namun alat itu hanya mampu mengisi sebanyak 20 tabung oksigen dalam satu kali 24 jam. Satu tabung mampu terisi dua ribu liter oksigen dalam dua jam. Sedangkan satu orang pasien membutuhkan satu tabung oksigen dalam satu jam.

kehilangan

Setelah dari RSUD Sumbawa, selanjutnya tim melakukan pengecekan terhadap ruang tambahan isolasi mandiri pasien covid-19 di RSUD Sering. Di tempat tersebut, tim diterima oleh Kabid Pelayanan RSUD Sumbawa, Sarifuddin, A.Md., Kep. Dalam kesempatan itu, Sarifuddin menjelaskan, bahwa jumlah pasien covid-19 di RSUD Sering yang masih melaksanakan isolasi mandiri sebanyak 24 orang.

RSUD Sering sedang dalam proses perbaikan kamar atau ruang isolasi. Sebagai penambahan untuk pasien covid-19 yang bertempat di eks Kantor Balai Benih Kabupaten Sumbawa. Dimana ada sekitar 28 kamar yang sedang direnovasi.

Saat ini di RSUD Sering sangat kekurangan oksigen karena pengiriman dari Mataram sangat terbatas. Selain itu, stok di distributor yang ada di Kabupaten Sumbawa juga terbatas.

Setelah itu, tim selanjutnya melakukan kordinasi dengan Direktur RSMA, Dr. Arindra Kurniawan. Dalam penjelasannya, dr. Arindra mengatakan bahwa jumlah pasien covid-19 yang masih melaksanakan isolasi mandiri sebanyak 22 orang. Dengan kondisi rata-rata membutuhkan oksigen.

Untuk stok oksigen pihaknya mendapat pengiriman dari Mataram sebanyak 25 tabung oksigen. Namun pihaknya memiliki tempat pengisian di RSMA dan mampu mengisi 30 tabung dalam satu kali 24 jam.

Direktur RSMA mengaku bahwa pihaknya memerlukan penambahan bantuan oksigen dan pendukung obat obatan. Selain itu, pihaknya juga membutuhkan dukungan dana dari Pemda Sumbawa untuk pembelian APD maupun obat obatan.

Apabila pasien covid-19 meningkat, dipastikan pihak RSMA akan kebingungan. Karena minimnya oksigen maupun APD. Sebab belum ada realisasi anggaran dari Kemenkes. Selain itu, belum terbayar uang tenaga medis dari tahun 2020 sampai tahun 2021 dengan jumlah sekitar Rp 15 Miliar, untuk pelayanan dan penanganan pasien covid-19.

Dr. Ariandra memberikan penekanan protokol kesehatan mulai di tingkat desa hingga kecamatan. Guna menekan terjadinya lonjakan pasien covid-19 di Kabupaten Sumbawa.

Terakhir, tim mendatangi Hotel Dewi, yang akan dijadikan sebagai tempat isolasi mandiri terpusat bagi pasien covid-19 dengan kategori OTG. Di tempat tersebut, tim didampingi H. Indra Kurniawan selaku pemilik Hotel Dewi. H. Indra menyampaikan, untuk kamar isolasi pasien covid-19 ada sebanyak 38 kamar dan sudah siap. Namun sampai sekarang belum ada MoU denhan Pemda Sumbawa. Selain itu, Dikes belum melakukan pengecekan terhadap lokasi Hotel Dewi sampai sekarang. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.