Konkretkan Strategi Pengembangan Wisata, Asparnas dan Iisbud Jalin Kerjasama

oleh -21 Dilihat

Penandatanganan MoU antara Asparnas Kabupaten Sumbawa dengan Iisbud Sarea

 

Beritasumbawa.com (28/7/2021)

SUMBAWA- Asosiasi Pariwisata Nasional (Asparnas) Kabupaten Sumbawa dan Institut Ilmu Seni dan Budaya Samawa Rea (Iisbud Sarea), resmi menjalin kerjasama. Ditandai dengan penandatanganan MoU antara kedua belah pihak, yang dilaksanakan di Kampus Iisbud, Rabu (28/7) pagi.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran akademisi Iisbud Sarea dan pengurus Asparnas Kabupaten Sumbawa. MoU ini ditandatangani oleh Rektor Iisbud Sarea, Dr. Ahmad Yamin, SH., MH dan Ketua Asparnas Kabupaten Sumbawa, Muhammad Taufik.

Ditemui seusai kegiatan, Rektor Iisbud Sarea, Dr. Ahmad Yamin, SH., MH mengatakan, Iisbud sendiri memiliki salah satu fakultas yang arah kurikulumnya di bidang pariwisata. Dalam hal ini, Iisbud tidak bisa bergerak sendiri. Karena itu, diperlukan organisasi atau stakeholder lain. Agar target pembelajarannya tercapai. “Kita ingin merealisasikan program unggulan Haji Mo-Novi. Yaitu pariwisata sejarah dan budaya,” terang Young, akrabnya disapa.

Untuk menyukseskan ini, harus menggandeng semua pihak. Baik itu instansi terkait, akademisi serta organisasi yang berkecimpung dibidang pariwisata, seperti Asparnas. Sehingga, target pariwisata dimasa pandemi bisa terealisasi.

kehilangan

Saat ini, pihaknya fokus pada pengembangan desa wisata di Kabupaten Sumbawa. Mengingat, Bupati Sumbawa telah menetapkan 40 desa wisata yang terletak di hampir seluruh kecamatan.

Dalam pengembangan wisata ini, pihaknya fokus pada pendekatan kewilayahan. Bersama Asparnas, Iisbud ingin mengembangkan wisata dengan pusat Bendungan Batu Bulan, di Kecamatan Moyo Hulu. Karena, lokasi tersebut dikelilingi desa yang memiliki keunggulan wisata. Seperti Dusun Tawa, Desa Leseng dengan kerajinan pandai besi. Kemudian Desa Pernek dengan kuliner jadi potengnya. Di desa itu juga ada potensi wisata outbound dan gua seribu batu.

“Ini yang akan kita kembangkan di Sumbawa. Kalau bicara pantai, daerah lain kan sudah menjual. Sementara di Sumbawa ini yang unggul itu wisata budayanya. Berakhirnya nanti di Bendungan Batu Bulan. Sebagai tempat desa-desa itu berkolaborasi untuk “menjual” Dam Batu Bulan sebagai destinasi wisata,” terang mantan Anggota DPRD Sumbawa ini.

Adapun target awalnya tidak muluk-muluk, yakni wisatawan lokal. Jika ini bisa berhasil, tidak menutup kemungkinan wisatawan nasional akan datang. Termasuk juga wisatawan mancanegara. Inilah inti MoU dengan Asparnas Kabupaten Sumbawa. Dimana Iisbud yang akan melakukan analisis, sementara Asparnas yang akan melakukan promosi. Nantinya, hasil kolaborasi ini akan disodorkan ke pemerintah daerah. Jika pemda belum bisa mengakomodir, maka Iisbud dan Asparnas siap untuk berjalan sendiri.

Sementara itu, Ketua Asparnas Kabupaten Sumbawa, Muhammad Taufik mengatakan, dengan MoU ini, target jangka pendeknya adalah merintis dan mengembangkan desa wisata. Langkah awalnya adalah, pihaknya ingin menggali potensi yang ada di Kecamatan Moyo Hulu. Berpusat di Bendungan Batu Bulan dengan melibatkan desa-desa yang ada.

Dijelaskan, model pengembangan desa wisata dianggap menjadi salah satu agenda pembangunan nasional yang cukup efektif. Dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa. Program pengembangan desa wisata juga dianggap berhasil untuk menekan urbanisasi orang desa ke kota. “Kedepan, kami pun melihat bahwa pengembangan desa wisata akan menjadi tren dalam pembangunan wilayah. Tren ini merupakan respon terhadap motivasi baru dalam berwisata, terutama masyarakat barat,” terangnya.

Selain itu, dengan adanya pengembangan desa wisata di suatu wilayah, diharapkan agar tumbuh klaster desa-desa yang menjadi basis pokok berbagai kebutuhan desa wisata yang bersangkutan. Misalnya, Desa A memasok produk pendukung seperti kerajinan dan kesenian lokal untuk Desa Wisata B.

Keberhasilan pengembangan desa wisata tergantung pada tingkat penerimaan dan dukungan masyarakat lokal. Masyarakat lokal nantinya akan berperan sebagai tuan rumah dan menjadi pelaku penting dalam pengembangan desa wisata dalam keseluruhan tahapan. Mulai dari perencanaan, pengawasan, dan implementasi. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.